Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Per Agustus, Adhi Karya (ADHI) Raih Kontrak Baru Rp4,7 Triliun

Realisasi perolehan kontrak baru Adhi Karya didominasi oleh proyek preservasi jalan lintas timur Sumatera yang bernilai Rp436,9 miliar.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 September 2020  |  14:52 WIB
U-Shape Girder merupakan pondasi struktur bangunan LRT Jabodebek dengan cetakan beton berbentuk huruf "U". Untuk pertama kalinya U- Shape Girder digunakan di Indonesia dan lahir di pabrik beton pracetak milik ADHI. Teknologi ini diadopsi dari Prancis.  - ADHI.Co.Id
U-Shape Girder merupakan pondasi struktur bangunan LRT Jabodebek dengan cetakan beton berbentuk huruf "U". Untuk pertama kalinya U- Shape Girder digunakan di Indonesia dan lahir di pabrik beton pracetak milik ADHI. Teknologi ini diadopsi dari Prancis. - ADHI.Co.Id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan nilai kontrak baru senilai Rp4,7 triliun hingga akhir Agustus 2020.

Sekretaris Perusahaan Adhi KaryaI, Parwanto Noegroho menuturkan, ADHI mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp4,7 triliun di luar pajak. Realisasi perolehan kontrak baru itu didominasi oleh proyek preservasi jalan lintas timur Sumatera yang bernilai Rp436,9 miliar.

"Jumlah ini naik 18 persen dibandingkan perolehan kontrak baru pada bulan sebelumnya sebesar Rp4 triliun. Saat ini nilai orderbook kami sebesar Rp35,2 triliun," ujarnya dikutip dari keterangan resmi pada Senin (14/9/2020).

Dilihat dari lini bisnis, perolehan kontrak baru ADHI didominasi dari bisnis Konstruksi & Energi sebesar 89 persen. Sementara itu, sektor properti menyumbang 10 persen dan sisanya berasal dari lini bisnis lainnya.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 38 persen, MRT sebesar 33 persen, jalan dan jembatan sebanyak 5 persen, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api, dan proyek-proyek EPC sebesar 24 persen.

"Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah menyumbang 68 persen, BUMN sebesar 22 persen, sementara sisanya berasal dari pihak swasta atau lainnya," ujar Parwanto.

Sebelumnya, ADHI masih optimistis dapat mengantongi nilai kontrak baru hingga Rp27 triliun di sisa tahun 2020.

Direktur Keuangan Adhi Karya A.A.G. Agung Dharmawan mengatakan ditengah kondisi saat ini, perolehan kontrak memang diakui sangat menantang. Namun, pihaknya masih optimistis dapat memperoleh kontrak baru pada semester II/2020 di kisaran Rp25 triliun hingga Rp27 triliun.

Agung mengatakan, saat ini ADHI sedang menjalani proses tender beberapa proyek dan sedang menunggu proses penetapan pemenang. Berdasarkan kepemilikan proyek, tender yang diikuti kebanyakan berasal dari proyek pemerintah dan BUMN, meskipun porsi proyek swasta juga relatif besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN adhi karya kontrak baru
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top