Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepekan IPO, Saham Produsen Imboost (SOHO) Melonjak 202 Persen

Saham PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) berada di level Rp5.500, menguat 24,72 persen atau 1.090 poin pada perdagangan Senin (14/9/2020).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 14 September 2020  |  13:15 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten farmasi PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) masih mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan setelah sepekan melantai di bursa.

Harga saham produsen suplemen kesehatan daya tahan tubuh Imboost tersebut kini berada di level Rp5.500, menguat 24,72 persen atau 1.090 poin pada perdagangan Senin (14/9/2020).

Selama lima hari beruntun, saham SOHO masih terkena auto reject atas dengan kenaikan hampir 25 persen setiap hari perdagangan bursa. Dengan begitu, dari sepekan terakhir, harga saham SOHO sudah menguat 202,2 persen sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (8/9/2020) lalu.

Selama seminggu terakhir, total transaksi saham SOHO mencetak angka Rp11,4 miliar yang didominasi oleh pelaku pasar dalam negeri.

Broker yang paling banyak melakukan pembelian saham SOHO adalah Mirae Asset Sekuritas, sedangkan broker yang paling banyak melakukan penjualan saham SOHO adalah Indo Premier Sekuritas.

Untuk diketahui, SOHO menambah lagi daftar emiten farmasi yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Adapun, saat ini, tercatat sebanyak 11 emiten farmasi berada di papan pencatatan bursa dengan 1 diantaranya yakni PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk. (SCPI) diberikan stempel suspensi oleh bursa.

SOHO diketahui melepas sebanyak 114.380.700 unit saham atau setara 13,78 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham perseroan. Dengan begitu, dana segar yang akan diperoleh SOHO adalah sebesar Rp208,17 miliar.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer SOHO Rogelio Paulino Jr La’ O (Cooey) mengatakan seluruh dana hasil IPO akan digunakan SOHO untuk memperkuat bisnis distribusi yang merupakan aset strategis SOHO serta penggerak segmen-segmen bisnis lainnya dalam SOHO.

"Kami berkomitmen untuk mengambil langkah proaktif untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dengan menghadirkan lebih banyak produk dan layanan bagi pasien dan pelanggan, dan terus mengupayakan solusi kesehatan yang lebih baik," ungkapnya dikutip dari rilis pers, Selasa (8/9/2020).

SOHO diketahui telah mencatatkan pertumbuhan penjualan diatas 10 persen selama 3 tahun terakhir, dan mencapai kenaikan 40,7 persen untuk penjualan selama 6 bulan pertama tahun 2020.

Imboost adalah salah satu merek paling bernilai di industri farmasi dalam hal pendapatan dan telah tumbuh rata-rata 25 persen setiap tahun selama tujuh tahun terakhir. Pertengahan tahun 2020, karena konsumen yang dilayani berada dalam kondisi waspada pandemi, Imboost telah tumbuh lebih dari 100 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham emiten farmasi soho global health auto rejection
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top