Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Properti Tertekan, Prospek Summarecon Agung (SMRA) Tetap Stabil

Menurut Pefindo, rating idA yang disematkan untuk Summarecon Agung (SMRA) mencerminkan kekuatan bisnis SMRA di sektor properti dan industri.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 September 2020  |  14:33 WIB
Sebuah bus anterjemput melintas di tengara (landmark) kawasan Summarecon Bekasi. - summarecon.com
Sebuah bus anterjemput melintas di tengara (landmark) kawasan Summarecon Bekasi. - summarecon.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat utang PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) di level idA serta outlook yang stabil.

Analis Pefindo Christyanto Wijaya dan Marshall Tatuhas dalam laporannya pada Kamis (10/9/2020) juga mempertahankan rating obligasi SMRA senilai Rp3,5 triliun di level idA. Pefindo juga mempertahankan outlook stabil untuk emiten pemilik Mall Kelapa Gading itu.

Rating serupa juga disematkan pada dua obligasi terbitan SMRA masing-masing pada tahun 2015 senilai Rp500 miliar dan tahun 2017 senilai Rp800 miliar yang akan jatuh tempo pada November-Desember 2020 mendatang.

Menurut Pefindo, rating idA ini mencerminkan kekuatan bisnis SMRA di sektor properti dan industri. Kualitas aset perusahaan juga dinilai amat baik sehingga dapat mendatangkan penerimaan berulang (recurring income) yang mencukupi.

“Meski demikian, peringkat ini juga dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dan kebijakan perlindungan arus kas yang belum optimal, risiko proyek baru di area lain, serta karakteristik sektor properti di Indonesia yang amat bergantung pada kondisi makroekonomi,” demikian kutipan laporan tersebut.

Adapun rating idA- menandakan obligor memiliki kemampuan yang baik untuk melunasi utang jangka panjangnya. Peringkat SMRA dapat ditingkatkan apabila perusahaan dapat melewati perkiraan angka prapenjualan, pendapatan, dan EBITDA secara konsisten.

Sementara itu, SMRA menyatakan pembayaran utang-utang yang ada akan dilakukan dengan kombinasi penggunaan kas internal, pinjaman bank, dan dana dari aksi korporasi. Hingga 30 Juni 2020, SMRA tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp2,5 triliun.

SMRA juga memiliki pinjaman revolving loan yang belum terpakai sebesar Rp1,5 triliun serta sisa obligasi penawaran tahap ketiga yang belum diterbitkan sebesar Rp2,3 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pefindo summarecon agung
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top