Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pinago Utama (PNGO) Lanjutkan Tren ARA Saham IPO

Pada awal perdagangan, saham PNGO yang dibuka di level Rp250 langsung melonjak 62 poin atau 24,8 persen ke level Rp312. Saham PNGO pun mengalami auto reject atas atau ARA.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  11:01 WIB
Emiten perkebunan PT Pinago Utama Tbk. (PNGO) resmi melakukan IPO pada Senin (31/8 - 2020). Istimewa
Emiten perkebunan PT Pinago Utama Tbk. (PNGO) resmi melakukan IPO pada Senin (31/8 - 2020). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Pinago Utama Tbk. langsung melonjak setelah pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Senin (31/8/2020).

Pada awal perdagangan, saham PNGO yang dibuka di level Rp250 langsung melonjak 62 poin atau 24,8 persen ke level Rp312. Saham PNGO pun mengalami auto rejection atas atau ARA.

Pinago Utama menjadi emiten ke-37 Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020. Emiten yang bergerak di industri perkebunan kelapa sawit dan karet itu menawarkan sebanyak 156,25 juta saham baru dengan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Rp250.

Dengan demikian, emiten yang mendapatkan sandi PNGO itu mendapatkan dana segar dari IPO Rp39,06 miliar.

Manajemen PNGO melaporkan penjatahan saham dilakukan pada Rabu (26/8/2020). Dalam penawaran umum perdana saham, perseroan mengklaim terjadi oversubscribed sebanyak dua kali lipat.

Direktur Utama Pinago Utama Bambang Palgoenadi menjelaskan bahwa tujuan IPO sebagai bentuk komunikasi positif kepada publik. Langkah itu menjadi komitmen perseroan untuk pembangunan Indonesia melalui industri perkebunan kelapa sawit dan karet berkelanjutan khususnya di Sumatra Selatan.

“Dengan adanya dana hasil IPO ini juga akan memperkuat struktur permodalan perseroan untuk merealisasikan rencana strategis ke depannya guna meningkatkan kinerja,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (31/8/2020).

Lebih lanjut, Bambang mengatakan dana dari hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian pupuk, tandan buah segara (TBS), dan pembelian bahan olahan karet, serta pembayaran biaya sewa alat berat dan konstruksi. PNGO optimistis mampu bersaing dengan perusahaan sejeni dengan luasan lahan yang lebih besar.

Dia menuturkan perseroan memiliki keunggulan kompetitif seperti pengalaman mengelola kebun, penggunaan bibit unggulan, bisnis yang terintegrasi dan ramah lingkungan, lokasi kebun dan pabrik pengolahan yang berdekatan, penerapan teknologi mekanisasi untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas kerja, serta hubungan yang baik dengan stakeholders.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham ipo auto rejection Pinago Utama
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top