Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wika Beton (WTON) Kaji Ulang Target Kinerja 2020, Gara-Gara Covid-19?

WTON merevisi perolehan kontrak baru yang sebelumnya sebesar Rp11,47 triliun diubah menjadi Rp 5,25 triliun. Angka target penjualan yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp9,5 triliun direvisi menjadi Rp5,25 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  17:58 WIB
Pekerja mengerjakan proses pemindahan balok beton milik PT Wika Beton (Wika) ke kapal pengangkut di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/1). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Pekerja mengerjakan proses pemindahan balok beton milik PT Wika Beton (Wika) ke kapal pengangkut di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/1). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) atau Wika Beton melakukan revisi atas target kinerja 2020 yang telah ditetapkan sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama WIKA Beton Hadian Pramudita pada paparan publik Wika Beton pada Kamis (27/8/2020).

Hadian menjelaskan, perusahaan telah menyepakati perubahan target kinerja keuangan perusahaan untuk tahun 2020. Revisi target dinilai perlu dilakukan mengingat pandemi virus corona yang mengganggu kegiatan bisnis perusahaan selama semester I/2020.

“Kami tetap optimis WIKA Beton mampu bertahan dalam situasi yang cukup menantang ini,” katanya.

Secara rinci, WTON merevisi perolehan kontrak baru yang sebelumnya sebesar Rp11,47 triliun diubah menjadi Rp 5,25 triliun. Angka target penjualan yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp9,5 triliun direvisi menjadi Rp5,25 triliun.

Sementara itu, angka laba bersih juga diturunkan dari target awal sebesar Rp561 miliar menjadi Rp107 miliar. Anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan juga dipangkas dari Rp948 miliar menjadi 377,13 miliar.

Hadian menambahkan, selain merevisi target, WTON juga melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga kinerja perusahaan, salah satunya dengan menerapkan program efisiensi biaya pada seluruh unit usaha, memaksimalkan penjualan atas kontrak lama, dan melakukan monitoring jadwal produksi dan distribusi untuk mengendalikan persediaan dan melakukan percepatan bila dibutuhkan.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Wika Beton Kuntjara menambahkan, pihaknya juga akan mengembangkan sektor bisnis jasa perusahaan. Hal ini dinilai perlu guna melakukan diversifikasi sumber penerimaan.

“Kami melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan lini bisnis ini. Kami akan kembangkan inner boring, launching gantry, serta pengelolaan material untuk proyek,” ujarnya.

Pada kuartal II/2020, Kuntjara mengatakan sektor jasa berkontribusi sebesar 24,98 persen dari total penerimaan perusahaan. Kontribusi terbesar masih disumbangkan oleh sektor bisnis beton sebesar 73,9 persen dan sisanya oleh bisnis material senilai 1,2 persen.

Wika Beton juga akan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru yang dapat mendatangkan pemasukan bagi perusahaan. Pada tahun lalu, WTON telah beberapa produk seperti Structural health monitoring (SHM) System dan Rumah Wika Beton 01 (RWB01).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten wika beton covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top