Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wika Beton (WTON) Pangkas Capex Menjadi Rp377,12 Miliar

Perseroan telah menganggarkan dana sebesar Rp948 miliar pada tahun ini. Namun, pihaknya harus mengurangi jumlah tersebut akibat pandemi virus corona yang berdampak negatif terhadap kegiatan bisnis perusahaan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  16:52 WIB
Aktivitas pembuatan beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton. - JIBI/Nurul Hidayat
Aktivitas pembuatan beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konstruksi PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton telah mengambil langkah untuk memangkas anggaran belanja modal untuk tahun 2020.

Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen RIsiko Wika Beton Imam Sudiyono mengatakan, perseroan telah menganggarkan dana sebesar Rp948 miliar pada tahun ini. Namun, pihaknya harus mengurangi jumlah tersebut akibat pandemi virus corona yang berdampak negatif terhadap kegiatan bisnis perusahaan.

Imam mengatakan, anggaran belanja modal perusahaan yang baru telah ditetapkan senilai Rp377,13 miliar. Hingga Semester I/2020, WTON telah merealisasikan anggaran tersebut sebesar Rp152,98 miliar.

"Mayoritas anggaran digunakan untuk meningkatkan fasilitas produksi pabrik seperti membeli mesin-mesin baru," katanya dalam paparan publik perusahaan pada Kamis (27/8/2020).

Pemangkasan anggaran belanja tersebut juga dipastikan menunda rencana pembangunan pabrik baru. Imam mengatakan, saat ini perusahaan fokus meningkatkan arus kas dengan melakukan efisiensi biaya dan melakukan optimalisasi sumber daya yang sudah ada.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Wika Beton Kuntjara mengatakan, pihaknya juga akan mengembangkan sektor bisnis jasa perusahaan. Hal ini dinilai perlu guna melakukan diversifikasi sumber penerimaan.

“Kami melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan lini bisnis ini. Kami akan kembangkan inner boring, launching gantry, serta pengelolaan material untuk proyek,” ujarnya.

Pada kuartal II/2020, Kuntjara mengatakan sektor jasa berkontribusi sebesar 24,98 persen dari total penerimaan perusahaan. Kontribusi terbesar masih disumbangkan oleh sektor bisnis beton sebesar 73,9 persen dan sisanya oleh bisnis material senilai 1,2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

capex wika beton
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top