Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak Sentimen Pendukung, Investor Borong Dolar AS

Pada perdagangan Senin (10/8/2020) pukul 20.29 WIB, indeks dolar AS naik 0,07 persen atau 0,07 poin menjadi 93,505.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  20:43 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks dolar AS menguat seiring dengan fokus investor terhadap ketegangan Amerika Serikat dan China menjelang pertemuan pada 15 Agustus 2020.

Pada perdagangan Senin (10/8/2020) pukul 20.29 WIB, indeks dolar AS naik 0,07 persen atau 0,07 poin menjadi 93,505.

Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya menyampaikan dolar AS menguat pada hari Senin (10/8/2020), di tengah fokus investor tertuju ke stimulus fiskal di Amerika Serikat.

"Investor juga memantau ketegangan antara AS-Tiongkok menjelang pembicaraan dagang penting di tanggal 15 Agustus," papar Monex.

Indeks dolar AS pulih dari pelemahan beruntun dengan penurunan 4 persen pada bulan Juli. Dolar AS menguat sejak hari Jumat setelah perilisan data tenaga kerja meredakan kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja AS.

Setelah pembicaraan di Washington yang gagal mengenai putaran selanjutnya stimulus fiskal, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada hari Sabtu, yang memulihkan sebagian pembayaran klaim tunjangan pengangguran terhadap puluhan juta masyarakat.

Analis pasar di salah satu bank internasional mengatakan bahwa sedikit stimulus lebih baik daripada tidak sama sekali. Saat ini begitulah pasar melihatnya, yang mana menyebabkan dolar AS diperdagangkan cukup kuat.

Penguatan dolar di akhir pekan lalu juga disebabkan karena eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, dengan Amerika Serikat menerapkan sanksi terhadap pejabat tinggi Hong Kong dan Tiongkok.

Kondisi tersebut membuat pasar mencari aset safe haven dolar pada hari Senin. Untuk Tiongkok sendiri melakukan pembalasan terhadap 11 warga negara Amerika Serikat, yang termasuk legislator.

Di sisi lain, pada pukul 15.00 WIB rupiah ditutup melemah 23 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.648 per dolar AS. Sepanjang perdagangan rupiah bergerak di rentang 14.600 s.d Rp14.695.

Kurs rupiah menyentuh level Rp14.750 per dolar AS kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (10/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top