Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Marketing Sales Emiten Properti Diprediksi Anjlok 40 Persen

Hanya 2 dari 12 emiten properti yang diperkirakan masih bisa mencetak kenaikan marketing sales pada kuartal II/2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  13:27 WIB
Foto udara perumahan di Kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di Kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperkirakan total prapenjualan (marketing sales) dari 12 emiten properti di Indonesia akan anjlok 40 persen pada kuartal II/2020.

Berdasarkan laporan Fitch pada Selasa (4/8/2020), amblasnya angka prapenjualan tersebut akan terjadi menyusul penurunan yang terjadi pada kuartal I/2019 sebesar 19 persen. Meski demikian, kenaikan prapenjualan masih dirasakan oleh dua perusahaan, yakni, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Menurut laporan tersebut, kenaikan angka prapenjualan kedua emiten ditopang oleh strategi perusahaan yang melakukan launching proyek secara daring.

“Kenaikan prapenjualan ASRI didukung oleh minat tinggi masyarakat pada dua proyek ruko di kawasan Alam Sutera. Sementara penjualan LPKR ditopang oleh konsumen kelas menengah yang membeli Waterfront Estates di Lippo Cikarang,” demikian kutipan laporan tersebut.

Sementara itu, Fitch juga memperkirakan permintaan terhadap lahan industri akan tetap melemah seiring dengan pandemi virus corona yang menahan minat investor. Hal tersebut terlihat dari penjualan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang turun 90 persen pada kuartal II/2020 karena aliran dana yang terhambat baik dari investor domestik maupun asing.

Meski demikian, sektor ini dapat memanfaatkan tensi perang dagang antara China dan AS untuk menarik minat para investor dari China untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia. Fitch menyatakan, implementasi peraturan pemerintah yang optimal dan dukungan dari pemerintah pusat terhadap investasi asing akan dapat menarik minat para investor.

Sebelumnya, Fitch juga telah menurunkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi CCC- menyusul risiko likuiditas yang meningkat karena utang Rp350 miliar yang akan jatuh tempo pada Agustus ini. Fitch juga menaikkan rating PT Modernland Realty Tbk (MDLN) menjadi CC dari RD menyusul kesepakatan yang tercapai antara perusahaan dengan pemegang obligasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti fitch ratings
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top