Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Charoen Pokphand (CPIN) Bukukan Laba Rp1,65 Triliun

Perseroan mencetak laba bersih per saham Rp1,65 triliun turun dari posisi tahun lalu Rp1,72 triliun. Dengan demikian laba bersih per saham menjadi Rp101 dari posisi Rp105.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  14:52 WIB
Charoen Pokphand Indonesia. - Charoen
Charoen Pokphand Indonesia. - Charoen

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perunggasan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,65 triliun pada semester I/2020.

Berdasarkan laporan keuangan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia, perseroan mencetak laba bersih per saham Rp1,65 triliun turun dari posisi tahun lalu Rp1,72 triliun. Dengan demikian laba bersih per saham menjadi Rp101 dari posisi Rp105.

Penurunan laba bersih disebabkan pendapatan emiten berkode saham CPIN itu mengalami koreksi. Pada paruh pertama tahun ini emiten berkode saham CPIN itu membukukan Rp27,60 triliun. Adapun pada tahun lalu, pendapatan tahun sebelumnya Rp29,57 triliun.

Adapun beban pokok tercatat turun menjadi Rp23,95 triliun dari posisi Rp25,92 triliun. Selain itu, CPIN mendapatkan pemasukan dari pendapatan keuangan Rp27,57 miliar dan laba kurs Rp10,13 miliar.

CPIN tercatat memiliki total liabilitas Rp9,27 triliun. Liabilitas jangka pendek menyumbang Rp6,03 triliun dan jangka panjang Rp3,24  triliun. Total aset perseroan mencapai Rp32 triliun dengan aset lancar Rp15,21 triliun dan aset tidak lancar Rp16,79 triliun.

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Anissa Septiwijaya menilai CPIN masih mampu menjaga margin keuntungan di tengah penyebaran pandemi Covid-19 di dalam negeri. Pasalnya, emiten perunggasan itu masih mampu membukukan kinerja laba bersih yang positif.

“Perkembangan bisnis segmen ayam olahan yang setiap tahunnya positif dapat berpeluang memberikan kontribusi lebih besar kepada total pendapatan,” ujarnya dalam riset yang dikutip, Rabu (3/6/2020).

Anissa menaikkan proyeksi pertumbuhan laba bersih CPIN menjadi 19 persen pada 2020. Estimasi itu menurutnya didukung perbaikan rerata harga jual, pemulihan permintaan, serta upaya perseroan untuk menahan kenaikan beban.

“Di sisi lain, intervensi pemerintah untuk terus menstabilkan suplai di pasar juga turut mendukung kinerja industri ini,” jelasnya.

Di tengah kondisi saat ini, Reliance Sekuritas merekomendasikan underweight untuk saham CPIN. Target harga perseroan berada di level Rp5.100.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laporan keuangan Kinerja Emiten charoen pokphand indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top