Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Melemah ke 14.570, Rupiah Terlesu di Asia

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.570 per dolar AS, melemah 27 poin atau 0,18 persen dari posisi Rp14.543 pada Selasa (28/7/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  11:18 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.570 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (29/7/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.570 per dolar AS, melemah 27 poin atau 0,18 persen dari posisi Rp14.543 pada Selasa (28/7/2020).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 56 poin atau 0,39 persen ke level Rp14.591 per dolar AS pukul 10.29 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (28/7/2020), nilai tukar mata uang rupiah ditutup stagnan di level Rp14.535 per dolar AS.

Sebelum berbalik melemah, rupiah dibuka terapresiasi 80 poin atau 0,55 persen di level Rp14.555 pada perdagangan Rabu. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak dalam kisaran 14.455 – 14.595 per dolar AS.

Pelemahan yang dialami rupiah membawanya memimpin depresiasi di antara sejumlah mata uang di Asia, disusul baht Thailand (-0,09 persen). Beberapa lainnya mampu menguat tipis, dipimpin won Korea Selatan yang terapresiasi 0,16 persen.

Sementara itu, indeks dolar, yang melacak pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia lainnya, terpantau bergerak flat di posisi 93,698 pukul 10.41 WIB, setelah berakhir naik tipis 0,03 persen ke posisi 93,696 pada Selasa.

Dilansir Bloomberg, sebagian besar mata uang di Asia diperdagangkan di rentang sempit ketika banyak pedagang menghindari risiko menjelang pertemuan kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve yang akan berakhir Kamis (29/7/2020) dini hari WIB.

Adapun, pada penutupan perdagangan Selasa (28/7), bursa saham Amerika Serikat anjlok seiring dengan musim laporan keuangan emiten yang mengecewakan di tengah kenaikan kasus infeksi baru virus corona (Covid-19).

Indeks S&P turun 0,65 persen, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,77 persen, sedangkan indeks Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam sebesar 1,27 persen.

“Perdagangan mata uang emerging market di Asia mungkin akan berhati-hati pada Rabu, ketika tren koreksi dolar AS terhenti,” ujar Kepala ekonomi dan strategi di Bank Mizuho Vishnu Varathan.

“Dengan Wall Street turun semalam, kurangnya dorongan positif untuk pasar ekuitas Asia juga bisa menghambat pergerakan positif mata uang emerging market Asia,” tambahnya.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

29 JuliRp14.570
28 JuliRp14.543
27 JuliRp14.605
24 JuliRp14.614
23 JuliRp14.669

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah jisdor
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top