Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Pandemi Covid-19, WIKA Gedung (WEGE) Pasang Target Konservatif

Tahun ini, WIKA Gedung hanya menargetkan kontrak baru senilai Rp3,4 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan dengan target awal senilai Rp14,94 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  17:52 WIB
Suasana rapat umum pemegang saham luar biasa PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk di Jakarta, Selasa (28/7/2020). Dalam rapat yang menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak tersebut, perseroan mengubah susunan pengurus. Hingga akhir semester I/2020, WIKA Gedung mencatat perolehan order book senilai Rp12,2 triliun. - WIKA Gedung
Suasana rapat umum pemegang saham luar biasa PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk di Jakarta, Selasa (28/7/2020). Dalam rapat yang menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak tersebut, perseroan mengubah susunan pengurus. Hingga akhir semester I/2020, WIKA Gedung mencatat perolehan order book senilai Rp12,2 triliun. - WIKA Gedung

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi pandemi virus corona membuat PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) merevisi target kontrak baru perusahaan untuk tahun 2020.

Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo menuturkan, pandemi virus corona cukup memukul kegiatan bisnis anak usaha PT Wijaya Karya tersebut. Untuk itu, perusahaan telah mengkaji dan merevisi target nilai kontrak baru untuk tahun 2020.  

Untuk tahun 2020, perusahaan menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp3,4 triliun. Jumlah tersebut jauh menurun bila dibandingkan dengan target sebelumnya sebesar Rp14,94 triliun.

"Target ini menurut kami sudah sesuai dengan kondisi pandemi dan makro ekonomi saat ini. Kami optimistis dapat mencapainya," ujarnya dalam paparan publik perusahaan, Selasa (28/7/2020).

Penurunan target penjualan tersebut turut berimbas pada laba bersih yang dipatok perusahaan pada 2020. Nariman mengatakan, WEGE mengincar laba bersih sebesar Rp138 miliar, jauh dibawah target awal senilai Rp558 miliar.

Nariman melanjutkan, pihaknya optimistis kondisi keuangan perusahaan akan membaik pada 2021 mendatang. Dengan perolehan kontrak baru 2020 dan kontrak yang dihadapi atau order book pada tahun-tahun sebelumnya, WEGE dinilai dapat meraup pendapatan yang cukup besar.

"Dengan begitu, pada 2021 nanti kami sudah tidak berada di garis start lagi, tetapi sudah berlari setengah perjalanan," jelasnya.

Hingga akhir semester I/2020, WEGE telah mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp1,01 triliun dengan nilai carry over kontrak pada tahun sebelumnya sebesar Rp11,2 triliun. Walhasil kontrak dihadapi atau  order book mencapai Rp12,2 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Wika Gedung covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top