Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Wika Gedung (WEGE) Dianggap Murah, Mirae Asset Rekomendasi Beli

Mirae masih memberikan rekomendasi beli, tetapi dengan target harga lebih rendah, dari sebelumnya Rp300 per saham menjadi Rp270 per saham.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  20:14 WIB
Pengunjung mencari informasi tentang keunggulan Modular di stand PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dalam Pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di JCC, Jakarta, Kamis (27/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Pengunjung mencari informasi tentang keunggulan Modular di stand PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dalam Pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di JCC, Jakarta, Kamis (27/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Meski masih mampu menciptakan pertumbuhan laba pada kuartal I/2020, kinerja PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. secara umum diperkirakan akan menurun pada tahun ini.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael memperkirakan dampak pandemi Covid-19 akan menjadi salah satu penyebab penurunan kinerja perseroan. Pandangan ini turut diejawantahkan ke dalam penurunan proyeksi pendapatan dan laba perseroan untuk 2020 dan 2021.

“Dengan adanya pandemi Covid-19, kami merevisi perkiraan pendapatan dan laba bersih tahun ini masing-masing menjadi Rp4,8 triliun dan Rp336 miliar. Kami juga memangkas proyeksi untuk 2020, masing-masing jadi Rp5,6 triliun dan Rp381 miliar,” katanya melalui riset, dikutip pada Kamis (11/6/2020).

Namun, penurunan proyeksi tersebut tak mengubah rekomendasi Joshua untuk emiten berkode saham WEGE tersebut. Dia masih memberikan rekomendasi beli, tetapi dengan target harga lebih rendah, dari sebelumnya Rp300 per saham menjadi Rp270 per saham.

“Saham WEGE saat ini diperdagangkan pada valuasi yang cukup murah, yakni pada rasio Price/Earning [P/E] 5,7kali, lebih rendah 0,6 kali dari rata-rata harga dalam 5 tahun terakhir,” ujarnya.

Sepanjang kuartal I/2020, perseroan membukukan laba bersih Rp83 miliar, tumbuh 6,6 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan menurun 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp957 miliar.

Meski begitu margin laba kotor dan margin laba usaha tercatat meningkat 2,1 poin menjadi 10,7 persen dan 8,8 persen. Peningkatan juga terjadi pada margin laba bersih sebesar 1,1 poin menjadi 8.7 persen. Joshua menilai, hal ini merupakan buah dari upaya efisiensi biaya di tengah pandemi Covid-19.

Perseroan juga dinilai memiliki posisi utang dan kas yang masih cukup solid. Rasio gearing, baik secara gross maupun net, masih tercatat mendekati nol meski ada penurunan laba ditahan sebesar Rp225 miliar dari penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71.

Penerapan standar baru tersebut juga membuat perseroan mengalami penurunan nilai instrumen keuangan sebesar Rp39 miliar. Namun, perseroan juga mendapatkan pemulihan nilai instrumen keuangan sebesar Rp40 miliar.

Sementara itu waktu konversi kas tercatat pada level 99 hari. Posisi ini lebih baik dibandingkan pada kuartal I/2019 yang tercatat 107 hari. Kinerja ini ditopang oleh arus kas pengeluaran tidak terlalu besar.

Meski begitu, dia memperkirakan kinerja tahun ini akan mengalami dampak lanjutan dari penyebaran Covid-19, khususnya terhadap perolehan kontrak baru. Dengan banyaknya tender proyek yang berpotensi tertunda, perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp814 miliar, hanya 5 persen dari target tahun ini.

“Dengan demikian, kami merevisi proyeksi kontrak baru perseroan menjadi Rp7,8 triliun pada tahun ini, 30 persen lebih rendah daripada estimasi sebelumnya. Proyeksi ini berada di tengah-tengah target perkiraan awal kami yang sebesar Rp11,2 triliun dan perkiraan skenario terburuk perseroan di kisaran Rp4 triliun—Rp5 triliun,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham WEGE ditutup melemah 4,3 persen ke level Rp178 per saham. Pada perdagangan hari ini, WEGE ditransaksikan pada rentang harga Rp177 pe saham hingga Rp188 per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN rekomendasi saham Wika Gedung
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top