Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Harga Emas Hari Ini, Jumat 24 Juli 2020

Pada perdagangan Jumat (24/7/2020) pukul 06.57 WIB, harga emas spot terkoreksi 0,14 persen atau 2,64 poin menjadi US$1.884,8 per troy ounce.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  15:08 WIB
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah melaju kencang membidik level US$1.900 per troy ounce, harga emas mengalami koreksi.

Pada perdagangan Jumat (24/7/2020) pukul 06.57 WIB, harga emas spot terkoreksi 0,14 persen atau 2,64 poin menjadi US$1.884,8 per troy ounce. Adapun, emas Comex kontrak Agustus 2020 koreksi 0,23 persen atau 4,4 poin menuju US$1.885,7 per troy ounce.

Harga emas spot sebelumnya sempat mencapai level US$1.890,67. Sepanjang tahun berjalan, harga sudah meningkat 24,26 persen. Adapun, indeks dolar AS pagi ini rebound 0,1 persen ke 94,784.

Tim riset Monex Investindo Futures menjelaskan bahwa harga emas saat ini masih didukung oleh sentimen penyebaran Covid-19 yang belum reda dan kasus positif baru terus meningkat, terutama di AS sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar dunia.

Masih bertambahnya kasus-kasus positif itu meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap laju pertumbuhan ekonomi global.

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan bahwa level US$1.900 per troy ounce sudah sangat di depan mata, masih ada kemungkinan belum diraih emas dalam beberapa perdagangan ke depan karena pergerakan sudah mulai mereda.

Dia menjelaskan, secara fundamental penguatan masih terbuka lebar karena didukung banyak ketidakpastian pasar dan penggelontoran stimulus oleh Bank Sentral sehingga mendorong investor untuk memburu emas sebagai aset investasi aman.

Namun, secara teknikal harga sudah menunjukkan overvalue karena sudah terlalu tinggi dan sangat rentan terhadap koreksi. Umumnya, ketika harga menyentuh level tertinggi akan memicu aksi jual oleh investor untuk mengambil untung.

“Kenaikan harga emas ini rentan turun banget, karena emas kalau naik tajam itu biasanya turun juga akan tajam, walaupun proses itu tidak dalam sehari. Kemungkinan, kembali terjadi seperti 2011,” ujar Suluh.

Kala itu, setelah menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah di kisaran US$1.900 per troy ounce, emas kembali diperdagangkan di kisaran US$1.500 per troy ounce.

Simak pergerakan harga emas hari ini secara live.

15:03 WIB

Pukul 14.46 WIB: Harga Emas Comex Naik 3,70 Poin

Pergerakan harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 3,70 poin atau 0,20 persen ke level US$1.893,10 per troy ounce, saat indeks dolar AS terkoreksi 0,09 persen atau 0,084 poin ke posisi 94,608.

14:34 WIB

Pukul 14.21 WIB: Harga Emas Comex Naik 0,10 Poin

Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 0,10 poin atau 0,01 persen ke level US$1.890,10 per troy ounce, saat indeks dolar AS naik 0,05 persen atau 0,052 poin ke posisi 94,744.

11:25 WIB

Makin siang makin naik, pukul 11.21 WIB harga emas spot menguat 0,03 persen

Pukul 11.21 WIB, harga emas spot naik 0,03 persen atau 0,59 poin menuju US$1.888,03 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 koreksi 0,05 persen atau 0,9 poin menjadi US$1.889,1 per troy ounce.

10:16 WIB

Pukul 10.15 WIB, harga emas spot naik 0,01 persen

Pukul 10.15 WIB, harga emas spot naik 0,01 persen atau 0,28 poin menuju US$1.887,72 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 koreksi 0,12 persen atau 2,2 poin menjadi US$1.887,8 per troy ounce.

09:07 WIB

Pada pukul 09.06 WIB, harga emas spot koreksi 0,19 persen

Pada pukul 09.06 WIB, harga emas spot koreksi 0,19 persen atau 3,54 poin menjadi US$1.883,9 per troy ounce. Adapun, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 turun 0,33 persen atau 6,3 poin menjadi US$1.883,7 per troy ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini dolar as
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top