Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah MRT Jakarta, Wijaya Karya (WIKA) Garap Proyek MRT Taiwan

Dalam pengerjaan proyek tersebut, emiten berkode saham WIKA tersebut digandeng oleh kontraktor terbesar di Taiwan, RSEA Engineering Corporation
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  14:15 WIB
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah sukses menggarap proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dipercaya untuk turut menggarap proyek transportasi MRT System di Taiwan.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, emiten berkode saham WIKA tersebut digandeng oleh kontraktor terbesar di Taiwan, RSEA Engineering Corporation, untuk mengerjakan jalur MRT inner ring road di New Taipei City.

Jalur bernama Sanying Line ini nantinya akan membentang sepanjang 14,3 Kilometer dan menghubungkan daerah Tucheng, Sanxia, dan Yingge dengan 13 stasiun pemberhentian.

Sanying Line sendiri akan menjadi batu loncatan bagi Pemerintah Taiwan untuk mewujudkan interegasi transportasi dari Bandara Taiwan ke Taipei City.

Pembangunan proyek ini turut melibatkan 133 duta bangsa dan tengah fokus pada pengerjaan empat stasiun di daerah Yingge dan Sanxia yang rata-rata berjarak 1,2 Kilometer antar stasiunnya.

Manajer Proyek Wijaya Karya Aden Sukanda menuturkan pengerjaan proyek ini sudah dimulai sejak pertengahan 2019 lalu. Saat ini, kontraktor tengah fokus pada tahap pekerjaan basement, kolom, dinding, dan platform di 4 stasiun tersebut.

"Targetnya 13 bangunan stasiun yang menjadi lingkup pekerjaan WIKA akan rampung pada 2021 mendatang,” ujar Aden dikutip dari keterangan resmi, Rabu (15/7/2020).

Pengerjaan proyek di negara lain memberikan banyak pembelajaran bagi tim WIKA. Tantangan perbedaan budaya komunikasi dan regulasi di negara tersebut menjadi salah satu hal yang harus dihadapi.

"Karena WIKA satu-satunya kontraktor dari luar Taiwan yang ada di proyek tersebut, jadi kita memang harus banyak berupaya di awal untuk membangun kepercayaan banyak pihak mulai dari Pemerintah, patner maupun vendor disini," tutur Aden.

Aden melanjutkan, keadaan bekerja di tengah pandemi di negeri orang seperti beberapa bulan belakangan ini juga menjadi tantangan baru bagi seluruh tim disana. Namun dengan membuat dan menjalankan protokol kesehatan yang jelas, pekerjaan proyek nyatanya tetap dapat berjalan normal hingga saat ini.

Beberapa hal yang dilakukan oleh tim proyek diantaranya seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan selalu membersihkan secara berkala area - area yang sering digunakan bersama.

Dengan keterbatasan jarak proyek yang jauh dan kondisi saat ini, Manajemen WIKA telah memanfaatkan teknologi komunikasi untuk memastikan pembangunan proyek tetap berjalan dengan mengedepankan aspek kualitas, keselamatan dan kesehatan kerja.

Salah satu praktiknya dengan melaksanakan QSHE Online Patrol dengan memanfaaatkan aplikasi interaksi online yang diikuti jajaran Direksi, Manajemen Pusat dan Manajemen Proyek Sanying Line, Taiwan.

Aktivitas ini dilaksanakan rutin sebagai solusi mengurangi keterbatasan jarak dan meningkatkan aktivitas pekerjaan dengan mengoptimalkan peran teknologi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt BUMN wijaya karya
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top