Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

10 BUMN dengan Ekuitas Negatif, Jiwasraya hingga Merpati Masuk Daftar

Ada 10 dari 99 perseroan pelat merah berekuitas negatif sehingga pencatatan penyertaan modal pemerintah sebesar Rp0.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  05:07 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang milik PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) di Jakarta, Kamis (10/10). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang milik PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) di Jakarta, Kamis (10/10). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2019 yang telah diaudit menunjukkan 10 dari 99 BUMN memiliki ekuitas negatif berdasarkan posisi laporan keuangan akhir tahun lalu.

Dilansir melalui Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2019 yang telah diaudit Rabu (15/7/2020), dilaporkan ada 99 badan usaha milik negara (BUMN) yang telah menyampaikan laporan keuangan per 31 Desember 2019.

Hasilnya, 10 dari 99 perseroan pelat merah berekuitas negatif, sehingga pencatatan penyertaan modal pemerintah sebesar Rp0.

“Dari 10 BUMN berekuitas negatif, tersebut hanya dua BUMN yang baru membukukan ekuitas negatif pada 2019 yaitu PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) dan PT Asabri (Persero),” tulis pemerintah dilansir melalui LKPP 2019.

Seperti diketahui, ekuitas negatif dapat disebabkan oleh dua hal yakni utang atau kewajiban yang lebih besar dari aset serta kerugian terus menerus yang menggerus nilai ekuitas atau modal.

LKPP 2019 mengungkapkan posisi ekuitas negatif terbesar ditempati oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan nilai minus Rp33,66 triliun per 31 Desember 2019. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) menempati urutan kedua dengan nilai ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas senilai minus Rp6,41 triliun.

Berikut daftar BUMN dengan ekuitas negatif yang dilansir melalui LKPP Tahun 2019 yang telah diaudit:

Perusahaan 

Kepemilikan Pemerintah (%)

Status Laporan Keuangan

Ekuitas yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk (Rp Juta)

PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) 

99,95

Audited 2019 

(1.227.093)

PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) 

100

Audited 2019 

(282.365)

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) 

100

Audited 2019 

(269.230)

PT Asabri (Persero) 

100

Unaudited 2019

(6.105.216)

PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

100

Unaudited 2019

(33.663.581)

PT PANN (Persero)

93,04

Unaudited 2019

(3.293.164)

PT Iglas (Persero)

64

Audited 2019

(1.117.732)

PT Survai Udara Penas (Persero)

100

Kuartal III/2019

(125.331)

PT Kertas Kraft Aceh (Persero)

96,65

Unaudited 2019

(1.072.630)

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)

96,99

Semester I/2019

(6.417.716)

 

 

Sumber: Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian Keuangan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN asabri Jiwasraya
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top