Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Faktor yang Bikin Kinerja Reksa Dana Moncer Lagi di Juni 2020

Dana kelolaan maupun unit penyertaan reksa dana pada Juni 2020 mengalami kenaikan dibandingkan dengan posisi Mei 2020. Salah satu pemicu perbaikan kinerja tersebut adalah penerbitan produk reksa dana baru.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  19:15 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Penerbitan produk baru dinilai sebagai salah satu penopang kenaikan dana kelolaan dan unit penyertaan reksa dana hingga akhir semester I/2020. Manajer investasi

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per 30 Juni 2020 jumlah unit penyertaan reksa dana secara industri adalah 405,91 miliar unit, naik dibandingkan dengan posisi Mei 2020  sejumlah 405,71 miliar unit.

Sementara jumlah dana kelolaan juga terpantau naik. Per Juni 2020, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana secara industri mencapai Rp482,54 triliun sedangkan per Mei 2020 sebesari Rp474,20 triliun.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan pembelian reksa dana sepanjang Juni 2020 memang tengah mengalami tren naik. Dia mencontohkan pada periode tersebut Panin AM mencatatkan net subscription sekitar Rp80 miliar. Dengan kata lain, jumlah pembelian unit reksa dana lebih tinggi dibandingkan penjualan unit.  

Menurutnya, hal tersebut antara lain dikarenakan investor mulai bersiap masuk kembali ke reksa dana seiring rencana penerbitan produk-produk baru di paruh kedua tahun ini, terutama produk-produk reksa dana terproteksi. 

“Kemarin kan banyak yang ter-pending, nah di Juni sudah mulai banyak penerbitan. Panin AM juga di awal Juli sudah terbitkan reksa dana terproteksi baru,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (13/7/2020).

Mengacu pada data Kustodian Sentral Efek Indonesia, sepanjang Juni 2020 setidaknya ada pendaftaran untuk 30 produk reksa dana baru dengan rincian 20 reksa dana terproteksi, 5 reksa dana pasar uang, 3 reksa dana pendapatan tetap, serta masing-masing 1 reksa dana saham dan ETF.

Dia juga memproyeksikan jumlah unit penyertaan dan dana kelolaan reksa dana bakal kembali naik pada Juli 2020.

“Kalau untuk Panin sendiri sampai hari ini kita masih net subs ya sekitar Rp9 miliar, tapi mungkin harus lihat di tengah bulan dan akhir bulan. Kebetulan di akhir bulan kita ada penerbitan RD Terproteksi lagi,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top