Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Gurih, Siantar Top (STTP) Raih Kenaikan Penjualan pada Semester I/2020

Pada semester I/2020 emiten bersandi saham STTP tersebut mencatat kenaikan pendapatan sebesar 8,63 persen dari perolehan pada tahun lalu.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  21:39 WIB
Twistko, salah satu produk PT Siantar Top Tbk. (STTP).
Twistko, salah satu produk PT Siantar Top Tbk. (STTP).

Bisnis.com, JAKARTA – PT Siantar Top Tbk. menyebut kinerja penjualan pada semester I/2020 masih baik kendati mendapat terpaan dari dampak Covid-19. Adapun, strategi menaikkan kelas produk dan kinerja ekspor disebut menjadi penopang kinerja pada paruh pertama tahun ini.

Armin, Direktur Siantar Top, mengatakan pada semester I/2020 emiten bersandi saham STTP tersebut mencatat kenaikan pendapatan sebesar 8,63 persen dari perolehan pada tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan, STTP mencatatkan penjualan neto senilai Rp1,65 triliun pada semester I/2019. Kenaikan penjualan 8,63 persen dari tahun lalu pun membawa top line perseroan ke Rp1,79 triliun.

Top line kami tumbuh sekitar 8,63 persen dari tahun sebelumnya. Kalau kuartal I/2020 kami tumbuh sekitar 9,53 persen,” jelas Armin kepada Bisnis, Jumat (10/7/2020) malam.

Armin menunjukkan bahwa strategi perseroan yang telah menaikkan kelas sejumlah produk dan kinerja ekspor menjadi penopang penjualan pada semester I/2020.

Adapun, menaikkan kelas produk maksudnya adalah mengubah kemasan dan volume produk perseroan. Perubahan tersebut pun diikuti oleh penyesuaian harga, seperti produk yang awalnya dijual Rp500 dinaikkan menjadi Rp1.000 dan seterusnya.

“Penopangnya itu kami ada beberapa, pertama itu dari produk-produk yang saya sebut naik gelas. Kemasan dan semuanya kami hitung ulang, otomatis kan value-nya tinggi dan mendongkrak sales,” tutur Armin.

Armin mengakui strategi tersebut dilakukan produsen Mie Gemez ini dengan kehati-hatian tinggi. Pasalnya, perseroan tidak ingin salah membaca situasi yang malah dapat menyebabkan produk tak diminati.

Selain dari value produk, kenaikan penjualan STTP juga berasal dari kinerja ekspor. Menurut Armin, pertumbuhan ekspor perseroan seperti ke China, Korea Selatan, Vietnam, dan Taiwan berkontribusi terhadap total penjualan.

Mengingat beberapa negara sempat memberlakukan lockdown pada awal tahun, Armin menyebut dampaknya terhadap kinerja STTP sangat terasa pada Februari.

“Ada terasa memang ekspor waktu China itu Januari mulai tahu [ada Covid-19]. Tapi, Januari kan kami sudah mulai suplai jadi tidak ada kendala. Di Februarinya yang agak kendala karena kan betul-betul tidak kirim,” ujar Armin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten siantar top sektor konsumer
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top