Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siantar Top (STTP) Berupaya Bayarkan THR Karyawan Lebih Cepat

Direktur operasional Siantar Top, Armin mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membayarkan upah dan tunjangan hari raya (THR) sesuai dengan hak karyawan. Bahkan jika dimungkinkan, perseroan akan membayarkan upah tersebut lebih cepat dari perkiraan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 02 Mei 2020  |  14:20 WIB
Presiden Direktur PT Siantar Top Tbk. Pitoyo (dari kanan) berbincang dengan Direktur Armin, dan Direktur Suwanto saat paparan publik, di Surabaya, Jumat (15/12). - JIBI/Wahyu Darmawan
Presiden Direktur PT Siantar Top Tbk. Pitoyo (dari kanan) berbincang dengan Direktur Armin, dan Direktur Suwanto saat paparan publik, di Surabaya, Jumat (15/12). - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten makanan ringan PT Siantar Top Tbk. (STTP) menyatakan hingga saat ini perseroan masih menyanggupi pembayaran upah karyawannya di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Direktur operasional Siantar Top, Armin mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membayarkan upah dan tunjangan hari raya (THR) sesuai dengan hak karyawan. Bahkan jika dimungkinkan, perseroan akan membayarkan upah tersebut lebih cepat dari perkiraan.

“Tetap sama (besaran upah), THR kita bayarkan juga sama dengan tahun sebelumnya. Malah kita juga berpikiran dibayarkan saja lebih cepat karena mereka (karyawan) juga butuh. Atau mereka mungkin tidak butuh, tapi mungkin family-nya butuh,” jelas Armin kepada Bisnis, Jumat (1/5/2020).

Armin menjelaskan tidak ada penghentian produksi di lingkungan pabrik Siantar Top. Bahkan, menurutnya, perseroan masih mencetak pertumbuhan penjualan hingga 9,5 persen hingga akhir Maret.

“Sampai sekarang, saya pantau masih bagus. Efisiensi untuk sementara tidak ada, karena semua masih terkendali,” ungkap Armin.

Lebih lanjut, Armin mengatakan kalau penjualan akan naik pada minggu ketiga sebelum puasa mengingat masyarakat sudah mulai menyetok makanan ringan di rumahnya masing-masing.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) melakukan survei dan menemukan bahwa 71,4 persen pelaku industri makanan dan minuman mengaku penjualannya menurun sekitar 20-40 persen.

Lantas, hal ini membuat 50 persen pelaku industri tak yakin dapat membayarkan upah dan THR karyawannya secara utuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siantar top thr Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top