Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Merdeka Copper Gold (MDKA) Ungkap Dampak Kenaikan Harga Emas terhadap Kinerja

Tren kenaikan harga emas saat ini yang telah menyentuh level US$1.800 per troy ounce dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan ke depannya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  14:32 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk,  di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan logam PT Merdeka Copper Gold Tbk. mengungkapkan dampak kenaikan harga emas terhadap perseroan.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan bahwa perseroan mempertahankan target produksi emas yang sudah ditetapkan pada awal tahun ini kendati harga emas semakin berkilau.

“Target produksi saat ini masih kami pertahankan sesuai target di awal tahun, yaitu 165.000 - 185.000 ounces emas,” ujar Adi kepada Bisnis, dikutip Jumat (10/7/2020)

Namun demikian, target tersebut sesungguhnya lebih rendah dibandingkan dengan target produksi emas tahun lalu sebesar 180.000 - 200.000 ounces (oz).

Adapun, pada kuartal pertama I/2020, emiten berkode saham MDKA itu berhasil memproduksi emas sebanyak 54.151 oz dengan biaya pendukung atau all-in sustaining cost (AISC) sebesar US$658 per oz.

Sementara itu, untuk tembaga MDKA berhasil memproduksi sebanyak 1.785 ton dengan AISC sebesar US$4,1 per pon.

Adi mengaku dengan tren kenaikan harga emas saat ini yang telah menyentuh level US$1.800 per troy ounce dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan ke depannya.

Namun, untuk melindungi dari fluktuasi harga emas di tengah sentimen penyebaran Covid-19 yang membuat pasar cukup bergejolak perseroan juga melakukan aksi hedging atau lindung nilai.

Seperti contohnya, pada kuartal I/2020 sebanyak 22.848 oz lindung nilai emas dengan harga strike US$1.354 per oz ditutup pada harga US$1.605 per oz, sehingga itu menghasilkan kerugian bersih pada lindung nilai untuk kuartal I/2020 senilai US$5,7 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Kinerja Emiten merdeka copper
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top