Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menerka Arah Harga Emas Setelah Sentuh US$1.800

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (9/7/2020) hingga pukul 17.33 WIB harga emas di pasar spot masih bergerak menguat 0,24 persen ke level US$1.813 per troy ounce.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  08:31 WIB
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. - Carla Gottgens / Bloomberg
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. - Carla Gottgens / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Momen yang telah dinantikan lama oleh investor akhirnya tercapai, harga logam mulia berhasil menembus level psikologisnya di US$1.800 per troy ounce. Namun, setelah bertahan di posisi itu kemana arah harga emas saat ini?

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (9/7/2020) hingga pukul 17.33 WIB harga emas di pasar spot masih bergerak menguat 0,24 persen ke level US$1.813 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Agustus 2020 di bursa Comex bergerak naik 0,13 persen ke level US$1.823 per troy ounce. Level itu pun menjadi level tertinggi emas sejak delapan tahun yang lalu.

Dengan demikian, sepanjang tahun berjalan 2020 harga emas telah bergerak menguat 19,68 persen, menjadi kinerja harga year to date terbaik di antara komoditas lainnya.

Analis Capital Futures Wahyu Laksono menjelaskan bahwa setelah menyentuh level psikologis US$1.800 per troy ounce saat ini harga emas tidak memiliki level resistan signifikan.

“Mungkin emas saat ini akan mengejar untuk menyentuh level all time high-nya di posisi US$1.919 per troy ounce,” ujar Wahyu kepada Bisnis, Kamis (9/7/2020).

Untuk diketahui, emas menyentuh level tertinggi sepanjang sejarahnya pada September 2011 yaitu di level US$1.919 per troy ounce. Wahyu memprediksi level itu dapat ditembus oleh emas dalam jangka menengah.

Oleh sebab itu, dia menilai saat ini merupakan momen yang tepat untuk berinvestasi pada emas karena terdapat beberapa faktor utama yang akan terus memicu harga untuk melonjak tinggi.

Sentimen tersebut antara lain ancaman resesi, krisis ekonomi, kebijakan The Fed, dan tentu gelombang kedua Covid-19.

“Selama free floating rate dolar AS dan The Fed mencetak uang terus [harga emas akan naik],” kata dia.

Adapun, sentimen seperti Pemilu Amerika Serikat diperkirakan tidak akan berpengaruh banyak bagi pergerakan harga emas.

Di sisi lain, sebelumnya Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Suabi menilai reli penguatan harga emas diperkirakan akan terganjal oleh prospek perbaikan ekonomi pasca penerapan normal yang baru

Dia pesimistis emas akan menyentuh level US$2.200 per troy ounce dalam jangka panjang seiring dengan potensi pemulihan ekonomi sehingga membuat investor mulai kembali memilih instrumen seperti obligasi dan saham dibanding emas.

Selain itu, dia menilai persaingan penemuan vaksin ataupun anti virus corona di dunia juga kian positif. Hal ini juga akan menumbuhkan optimisme pasar terhadap ekonomi, tetapi sekaligus melunturkan kilau emas.

“Kondisi-kondisi ini lah yang akan mengganggu emas menuju level US$2.000, kalau sudah sampai US$1.900-an saja sudah bagus sekali, karena tarik menarik virus corona dan obat penawarnya ini kuat sekali,” katanya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, dia memprediksi harga emas masih akan menguat dalam waktu terbatas. Hingga kuartal III/2020, diperkirakan harga emas dapat mendekati US$1.900 per troy ounce, tetapi pada akhir tahun akan turun ke kisaran US$1.700 per troy ounce.

EMAS DOMESTIK

Penguatan harga emas global turut memengaruhi harga emas domestik. Harga emas di Pegadaian hari ini, Jumat (10/7/2020), meningkat jika dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

Dilansir dari laman resmi Pegadaian, harga emas cetakan Antam ukuran terkecil 0,5 gram dibanderol Rp512.000, naik Rp3.000 dari sebelumnya Rp509.000. Begitupun untuk emas cetakan UBS dengan ukuran yang sama dipatok Rp502.000, meningkat Rp3.000 dari kemarin 499.000.

Untuk bobot 1 gram, harga emas cetakan Antam dihargai Rp963.000, meningkat Rp5.000 dari kemarin Rp958.000 per gram. Sementara itu, emas cetakan UBS dengan ukuran yang sama dibanderol Rp951.000 per gram, melonjak Rp8.000 dibandingkan sebelumnya Rp943.000 per gram.

Lebih lanjut, untuk ukuran 2 gram, harga emas cetakan Antam dan cetakan UBS masing-masing dibanderol Rp1.899.000 dan Rp1.878.000.

Adapun, untuk emas cetakan Antam dan UBS berbobot 5 gram masing-masing dihargai Rp4.715.000 dan Rp4.649.000.

Berikut daftar harga emas batangan cetakan Antam dan UBS di PT Pegadaian (Persero), Jumat, 10 Juli 2020:

Harga Emas Batangan Pegadaian Hari Ini, 10 Juli 2020  
UkuranHarga Emas AntamHarga Emas UBS
0.5Rp 512.000Rp 502.000
1.0Rp 963.000Rp 951.000
2.0Rp 1.899.000Rp 1.878.000
5.0Rp 4.715.000Rp 4.649.000
10.0Rp 9.385.000Rp 9.201.000
25.0Rp 23.447.000Rp 22.982.000
50.0Rp 46.832.000Rp 45.923.000
100.0Rp 91.952.000Rp 91.057.000
250.0Rp 229.734.000Rp 229.502.000
500.0Rp 449.845.000Rp 449.016.000
1000.0Rp 895.745.000Rp 894.774.000

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top