Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiphone (TELE) Bersiap Ajukan Restrukturisasi Obligasi, Catat Tanggalnya!

Dalam surat panggilan RUPO yang diterbitkan oleh Bank Mega sebagai wali amanat, RUPO untuk kedua obligasi tersebut bakal diadakan pada Jumat, 17 Juli 2020 di Jakarta.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  17:21 WIB
Seorang teknisi memperbaiki telepon selular. Service center merupakan salah satu lini usaha PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. - tiphone.co.id
Seorang teknisi memperbaiki telepon selular. Service center merupakan salah satu lini usaha PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. - tiphone.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. bersiap mengajukan rrestrukturisasi utang untuk dua obligasinya.

Emiten bersandi TELE itu bakal mengadakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) terkait obligasi berkelanjutan I Tiphone Tahap II tahun 2016 seri C dan obligasi berkelanjutan I Tiphone Tahap III tahun 2017 seri B.

Dalam surat panggilan RUPO yang diterbitkan oleh Bank Mega sebagai wali amanat, RUPO untuk kedua obligasi tersebut bakal diadakan pada Jumat, 17 Juli 2020 di Jakarta. Terdapat tiga agenda dalam RUPO Tiphone.

Pertama, perubahan tanggal perlunasan pokok obligasi. Kedua, perubaan besaran tingkat bunga obligasi dan tanggal pembayaran obligasi. Kemudian ketiga, pengambilan keputusan mengenai hal-hal lain yang berkaitan dengan obligasi.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagaangan efek PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE) di seluruh pasar, baik saham maupun obligasi pada 22 Juni 2020 lalu.

Keputusan BEI tersebut merujuk pada pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tanggal 18 dan 19 Juni 2020 mengenai penundaan pembayaan pokok dan bunga dari obligasi TELE.

Dalam pengumuman KSEI No. KSEI-6667/DIR/0620 tanggal 19 Juni 2020, perseroan mengumumkan penundaan pembayaran pokok dan bunga ke-12 Obligasi BKLJT I Tiphone Thp 3 Tahun 2017 Seri B.

Adapun dalam pengumuman KSEI No. KSEI-6621/DIR/0620 tanggal 18 Juni 2020, TELE mengumumkan penundaan pembayaran bunga Ke-3 Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap II Tahun 2019.

Sebelumnya, bursa juga telah menghentikan sementara perdagangan efek TELE pada 10 Juni 2020 karena adanya keraguan atas kelangsungan usaha perseroan sebagai buntut dari pemantauan khusus yang dilakukan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat kredit idSD atau selective default untuk Tiphone Mobile Indonesia. Selain itu, lembaga pemeringkat itu menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 dari idCCC menjadi idD.

Analis Pefindo Ayuningtyas Nur Paramitasari dan Christyanto Wijaya menjelaskan bahwa penurunan peringkat merefleksikan kegagalan emiten berkode saham TELE itu dalam membayar kupon obligasi yang jatuh tempo pada, Jumat (19/6/2020), senilai Rp19 miliar.

Adapun, Pefindo juga menegaskan peringkat Obligasi Berkelanjutan I/2016-2017 TELE di level idCCC.

“Kami beranggapan bahwa kondisi likuiditas perusahaan masih sangat tertekan seiring dengan menurunnya pendapatan dan perputaran piutang yang lebih panjang akibat dampak dari pandemi Covid-19,” jelasnya Tim Pefindo melalui siaran pers yang dikutip, Senin (22/6/2020).

Tim Analis Pefindo melihat adanya risiko refinancing yang sangat tinggi terhadap Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2017 senilai Rp231 miliar yang jatuh tempo, Senin (22/6/2020).

Peringkat perusahaan dan obligasi TELE yang masih beredar dapat diturunkan menjadi idD apabila perseroan tidak dapat melakukan pembayaran terhadap kewajiban keuangannya secara tepat waktu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi tiphone restrukturisasi utang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top