Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

S&P Global Pangkas Peringkat Modernland (MDLN), Sematkan CreditWatch

Penempatan CreditWatch mencerminkan saldo kas perusahaan yang semakin menipis, melemahnya kemampuan pembayaran utang, dan kemungkinan perusahaan akan merestrukturisasi obligasi dalam beberapa pekan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  08:48 WIB
PT Modernland Realty Tbk - Istimewa
PT Modernland Realty Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Rating, menurunkan peringkat kredit PT Modernland Realty Tbk. menjadi CCC- dari posisi sebelumnya CCC dan menyematkan CreditWatch dengan implikasi negatif.

Adapun, penempatan CreditWatch mencerminkan saldo kas perusahaan yang semakin menipis, melemahnya kemampuan pembayaran utang, dan kemungkinan perusahaan akan merestrukturisasi obligasi dalam beberapa pekan.

S&P Global Rating menjelaskan penurunan peringkat itu mencerminkan peningkatan risiko yang akan dilakukan emiten berkode saham MDLN itu untuk merestrukturisasi obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Langkah itu pun dinilai akan berpotensi termasuk ke dalam distressed debt exchange.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan memiliki obligasi berkelanjutan I Tahap I Tahun 2015 senilai Rp150 miliar yang akan jatuh tempo pada 7 Juli 2020.

“Modernland belum menunjukkan kemajuan nyata dalam refinancing obligasi. Perseroan telah mengadakan diskusi dengan pemegang obligasi dan kami memahami bahwa MDLN masih bekerja pada berbagai opsi refinancing untuk menghindari restrukturisasi uutang,” tulis S&P Global Rating dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2020).

Pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap kinerja operasional perseroan dinilai semakin mempersempit opsi refinancing perseroan.

Bahkan, jika Modernland berhasil membayar, membiayai kembali, atau menunda pembayaran pokok obligasi, perseroan masih akan menghadapi obligasi valas yang hampir mencapai US$16 juta untuk kupon yang harus dibayarkan Agustus dan Oktober 2020. 

Hal itu akhirnya akan membatasi sumber pembayaran yang tersisa bagi MDLN kecuali perseroan mengumpulkan piutang yang tertunggak.

S&P Global Rating juga menilai saldo kas MDLN akan menurun secara signifikan pada kuartal II/2020 setelah pembayaran kupon obligasi valasnya, sekitar US$8 juta pada April 2020. 

Dengan demikian, default obligasi senilai Rp150 miliar karena ketidakmampuan untuk membayar atau kegagalan dalam restrukturisasi akan memicu cross-default pada obligasi valas perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan, per 31 Maret 2020 kas setara kas perseroan berada di posisi Rp180,2 miliar. MDLN memiliki dua obligasi valas, yaitu senilai US$150 juta yang akan jatuh tempo 2021 dan US$240 juta yang akan jatuh tempo 2024.

S&P Global Rating mengatakan, dapat menurunkan peringkat MDLN ke SD atau selective default dalam beberapa pekan depan jika perseroan gagal untuk membayar atau refinancing obligasi sebelum jatuh tempo.

“Penurunan peringkat juga akan dilakukan jika perseroan merestrukturisasi obligasi dengan cara yang kami anggap sebagai distressed debt exchange,” tulis S&P Global Rating.

Di sisi lain, sebelumnya perseroan telah mendapatkan penurunan peringkat dari lembaga pemeringkat lainnya atas obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat itu.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat MDLN dari idBBB menjadi idCCC dengan CreditWatch implikasi negatif untuk periode 23 Juni 2020 hingga 23 September 2020.

Pefindo menjelaskan bahwa penempatan CreditWatch dengan implikasi negatif sehubungan dengan risiko penurunan lebih lanjut menjadi default. Kondisi itu bisa terjadi apabila MDLN gagal memenuhi kewajiban keuangannya secara penuh dan tepat waktu.

Sementara itu, Moody’s Investors Service juga telah menurunkan CFR PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) dari B3 menjadi Caa1 pada, Senin (22/6/2020).

Lembaga pemeringkat itu menjelaskan bahwa penurunan peringkat mencerminkan ekspektasi arus kas perseroan akan turun signifikan karena gangguan Covid-19.

Adapun, Moody’s masih memberikan outlook negatif untuk seluruh peringkat perseroan. Keputusan itu menyusul risiko likuiditas tinggi di tengah kondisi pasar yang menantang untuk penggalangan dana.

Sepanjang kuartal II/2020, Moody’s total sebanyak dua kali melakukan penurunan peringkat MDLN. CFR perseroan juga telah diturunkan dari B2 menjadi B3 pada 8 April 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peringkat utang modernland realty
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top