Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Peringkat Dipangkas, Mampukah Modernland (MDLN) Melunasi Utang?

Modernland memiliki kewajiban utang obligasi Rp150 miliar. Pefindo baru saja menurunkan peringkat menjadi CCC dan ada potensi risiko default.
Logo Modernland/ Istimewa
Logo Modernland/ Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Modernland Realty Tbk. memiliki utang obligasi senilai Rp150 miliar yang bakal jatuh tempo 7 Juli 2020. Lembaga pemeringkat Pefindo sudah menurunkan rating atau peringkat ke CCC dan dinilai rentan gagal bayar.

Mampukah perseroan melunasi kewajiban sebelum jatuh tempo?

Berdasarkan laporan keuangan 2019, emiten berkode saham MDLN itu memiliki kas dan setara kas pada akhir periode sebesar Rp553,86 miliar. Dana yang cukup bila harus melunasi kewajiban Utang Obligasi Berkelanjutan I Modernland Realty Tahap I Tahun 2015 sebesar Rp150 miliar.

Surat utang  itu memiliki kupon sebesar 12,50 persen dengan menjaminkan 2 bidang tanah milik entitas usaha  PT Mitra Sindo Sukses. Kedua tanah itu terletak di kawasan Jakarta Garden City, Cakung Jakarta TImur dengan luas gabungan 133.781 meter persegi senilai Rp1,17 triliun.

MDLN menggunakan hasil dana penerbitan obligasi untuk pelunasan Obligasi II Modernland Realty Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap Seri A yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Desember 2015.

Sisanya dipergunakan perusahaan baik langsung atau melalui entitas anak untuk pengembangan usaha di bidang properti dalam wilayah jabodetabek seperti pembelian lahan untuk pengembangan kawasan.  

Namun sekalipun MDLN memiliki kas Rp553,86 miliar, di saat yang bersamaan perseroan memiliki kewajiban lain yang bakal jatuh tempo. Misalnya utang bank yang bakal sebesar Rp104,58 miliar.

Salah satu pinjaman bank berasal dari fasilitas pinjaman kredit dari PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan jumlah sebesar Rp110 miliar. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk membiayai pembangunan dari Jakarta Garden City.

Di sisi lain, perseroan memiliki beberapa proyek yang kini masih dalam tahap pengembangan misalnya Modernland Cilejit, Jakarta Garden City dan joint venture dengan Lotte Engineering & Construction (Lotte E&C). Dengan kata lain, MDLN memiliki arus kas yang ketat untuk dapat melunasi kewajiban.

Saat dihubungi Bisnis, Analis Pefindo Yogie Perdana mengaminkan bahwa MDLN tidak memiliki kas yang kuat untuk memenuhi kewajiban yang bakal jatuh tempo.

“Kalau dilihat dari peringkat yang kami berikan kemarin [CCC], indikasi kuat kalau kapasitas untuk membayar obligasi tidak ada,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya bila perseroan tidak dapat melunasi kewajiban makan pihaknya akan menurunkan peringkat menjadi D atau default. Yogie mengatakan dalam situasi pandemi seperti sekarang perseroan dapat bergantung pada opsi pinjaman dari bank untuk melakukan restrukturisasi atau refinancing.

Namun, hal itu hanya mungkin dilakukan bila perseroan memiliki relasi yang kuat dengan sektor perbankan.

“Perusahaan yang memiliki rekam jejak baik dan relasi yang kuat tentu menurut pandangan kami memiliki fleksibilitas keuangan yang lbh baik dalam mengajukan restrukturisasi, refinancing atau memperoleh fasilitas kredit baru,” katanya.

Bisnis mencoba menghubungi pihak MDLN, yaitu Investor Relations Department Head Modernland Realty Eliza Saliman. Namun hingga berita terbit, tidak ada balasan pesan maupun jawaban panggilan telepon dari MDLN.

Bulan lalu, Modernland masih optimistis bisa melunasi kewajibannya. Eliza mengatakan perseroan masih masih menerima pemasukan dari hasil penjualan tahun lalu dan kuartal I/2020.

“Prioritas kami terkait pelunasan kewajiban hingga saat ini [April 2020] adalah menggunakan kas internal," katanya kepada Bisnis, Selasa (28/4/2020).

Eliza menambahkan perseroan juga mempersiapkan skenario lainnya. Misalnya refinancing utang ditambah penjualan beberapa lahan dalam jumlah besar dengan nilai yang signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper