Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Animo Investor Tinggi, Penawaran di Lelang SUN Hampir Tembus Seribu Triliun

Penawaran dalam lelang SUN selama semester pertama menembus Rp985,7 triliun
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  15:28 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com,JAKARTA —  Instrumen surat utang negara (SUN) ternyata masih memikat bagi para investor di tengah penyebaran virus corona (Covid-19) sepanjang semester I/2020. Penawaran yang masuk dalam lelang naik signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat angka penawaran dalam lelang SUN selama semester pertama menembus Rp985,7 triliun. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Kemenkeu Deni Ridwan jumlah tersebut naik signifikan 57,66 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“[Penawaran] Meningkat cukup signifikan apabila dibandingkan dengan periode 2019 yang mencapai Rp625,2 triliun,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (2/7/2020).

Berdasarkan catatan Bisnis, penawaran yang masuk ke dalam lelang SUN sempat mencapai titik terendah sepanjang periode berjalan senilai Rp33,51 triliun pada 31 Maret 2020. Akan tetapi, permintaan berangsur membaik kuartal II/2020.

Deni mengatakan penerbitan SUN melalui lelang mencapai Rp266,5 triliun sepanjang semester I/2020. Jumlah itu lebih besar dibandingkan dengan Rp264,7 triliun periode yang sama tahun lalu.

Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana menilai ada beberapa faktor yang membuat penawaran masuk ke lelang SUN meningkat pada semester I/2020. 

Pertama, jumlah SUN yang ditawarkan tahun ini juga meningkat.

Kedua, SUN menjadi pilihan investasi. Hal itu dipicu kondisi ekonomi, tingkat risiko, serta performa instrumen investasi lain.

Ketiga, basis investor yang lebih luas didorong diperbolehkannya Bank Indonesia (BI) masuk ke pasar primer. Kebijakan itu juga mendorong nilai penawaran di pasar primer naik.

“SUN menjadi pilihan investasi yang lebih menjanjikan dan aman dibandingkan dengan yang lain saat ini,” paparnya.

Head of Research & Market Information Department Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie mengatakan daya tarik SUN masih baik di mata investor asing. Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan atraktif.

“Apalagi kalau dibandingkan dengan negara-negara kawasan Asia, ditambah lagi tren suku bunga negara maju sedang turun akibat pandemi ini,” imbuhnya.

Dia memprediksi penawaran yang masuk masih berpeluang naik pada semester II/2020 meski tidak terlalu tinggi. Kondisi itu akan bergantung kepada ekspektasi kondisi ekonomi global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top