Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Ekonomi Lampaui Perkiraan, Wall Street Ditutup Menguat

Indeks S&P 500 membalikkan penurunan pada Juni menysul data penjualan rumah di AS membukukan rekor kenaikan dan melampaui semua perkiraan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  05:47 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (29/6/2020) menyusul data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan yang melampaui kekhawatiran atas peningkatan kasus virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 580,25 poin atau 2,32 persen ke level 25.595,8, sedangkan indeks S&P 500 menguat 44,19 poin atau 1,47 persen ke 3.053,24 dan Nasdaq Composite menguat 116,93 poin atau 1,2 persen ke 9.874,15.

Indeks S&P 500 membalikkan penurunan pada Juni menysul data penjualan rumah di AS membukukan rekor kenaikan dan melampaui semua perkiraan.

Sementara itu, saham Boeing Co. memimpin kenaikan indeks Dow Jones dengan lonjakan 14,4 persen setelah regulator penerbangan AS mengatakan mereka telah menyetujui serangkaian uji terbang kritis pada pesawat 737 Max. sedangkan indeks Nasdaq didorong oleh saham Facebook Inc. yang berbalik menguat.

Peningkatan data ekonomi sebagian dihasilkan dari beberapa negara bagian uamg mulai melakukan pelonggaran pembatasan. Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menekankan pentingnya tetap menekan penyebaran virus corona ketika ekonomi bangkit kembali.

Florida melaporkan lonjakan angka infeksi, New Jersey menghentikan rencana mengijinkan restoran membuka layanan makan di tempat dalam ruangan dan New York City mengatakan tengah mempertimbangkannya.

Salah satu pendiri dan kepala penelitian di Fundstrat Global Advisors, Tom Lee, mengatakan masih banyak investor yang bersikap wait and see menunggu kejelasan terhadap pandemi virus corona.

“Laju pandemi virus corona masih belum jelas. Tapi saya juga berpikir karena kita memasuki akhir kuartal, ada beberapa penyeimbangan kembali. Jadi kira tren pelemahan akan berakhir dan bulan Juli akan menjadi bulan yang kuat untuk saham," ungkap Lee, seperti dikutip Bloomberg

Perusahaan AS masih memiliki alasan untuk berharap bahwa resesi pendapatan mungkin tidak separah yang diperkirakan analis. Sinyal tersebut berasal dari indeks proyeksi laba yang disusun oleh Bloomberg dan berdasarkan revisi perusahaan terhadap perkiraan.

Untuk bulan Juni, rata-rata pergerakan 20 hari indeks telah melampaui 50, menunjukkan lebih banyak perusahaan menaikkan proyeksi daripada menurunkannya. Rata-rata pergerakan memuncak pada 17 Juni di level 63,4, tertinggi dalam sejarah 20 tahun indeks.

Sementara itu, analis memperkirakan bahwa pendapatan kuartal kedua untuk emiten yang tercatat pada indeks S&P 500 akan jatuh 44 persen setelah penurunan kuartal pertama sebesar 18 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as bursa as bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top