Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​Kantongi Kontrak Baru Rp7,5 Triliun, PTPP Terunggul di Antara BUMN Karya

Perolehan kontrak baru PT PP (Persero) Tbk. paling tinggi dibandingkan dengan Adhi Karya, Waskita Karya, dan Wijaya Karya.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  20:03 WIB
Proyek PT PP Presisi Tbk, anak usaha PT PP (Persero) Tbk. - repro / pp/presisi.co.id
Proyek PT PP Presisi Tbk, anak usaha PT PP (Persero) Tbk. - repro / pp/presisi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. atau PT PP menjadi emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi dengan perolehan kontrak terbesar hingga Mei 2020.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PP Agus Purbianto menjelaskan bahwa perolehan kontrak baru sampai dengan Mei mencapai sekitar Rp7,5 triliun.

“Kalau sampai dengan Mei itu [kontrak baru] Rp7,5 triliun. Ya, kebetulan saja kita dapat besar di awal,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (30/6/2020).

Perolehan kontrak baru PTPP ini terpaut sekitar Rp4 triliun dari perolehan kontrak baru perseroan pada Januari—Mei 2019 yang mencapai Rp11,4 triliun. Namun, realisasi tersebut cukup untuk membawa PTPP menjadi emiten BUMN karya dengan nilai tertinggi dibandingkan para pesaingnya.

Sebelumnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menyatakan bahwa perolehan kontrak sampai dengan Mei mencapai Rp3,14 triliun. Sementara itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. membukukan kontrak baru senilai Rp3,2 triliun pada periode yang sama. Adapun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membukukan kontrak Rp4 triliun hingga April.

Adapun, per April 2020, PTPP membukukan kontrak senilai Rp6,5 triliun. Dengan demikian, perolehan kontrak emiten berkode saham PTPP itu bertambah sekitar Rp1 triliun pada Mei.

Pada tahun ini perseroan menargetkan dapat meraup kontrak baru sebesar Rp40,36 triliun. Namun, dalam hasil kajian stress test dampak Covid-19 perseroan memperkirakan kontrak baru pada tahun ini hanya mencapai Rp23,57 triliun.

Sementara itu, hingga April perseroan sudah menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp1,01 triliun. Belanja tersebut terdiri dari Rp466 miliar di level anak, dan Rp553 miliar di level induk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptpp
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top