Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Harga Emas Hari ini, Jumat 26 Juni 2020

Harga emas bergerak lebih tinggi karena kekhawatiran akan kenaikan kasus Covid-19 meredam harapan untuk adanya pemulihan ekonomi.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  15:13 WIB
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas bergerak lebih tinggi karena kekhawatiran akan kenaikan kasus Covid-19 meredam harapan untuk adanya pemulihan ekonomi, mendorong investor untuk mencari aset safe haven emas.

Pada perdagangan Jumat (26/6/2020) pukul 05.45 WIB, harga emas spot naik 0,05 persen menjadi US$1.764,64 per troy ounce, sedangkan emas Comex kontrak Agustus 2020 meningkat 0,24 persen menuju US$1.774,9 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau rebound dengan penguatan 0,29 persen menjadi 97,429. Sepanjang 2020 indeks menguat 1,08 persen.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga emas bergerak lebih tinggi karena kekhawatiran akan kenaikan kasus Covid-19 meredam harapan untuk adanya pemulihan ekonomi. Hal ini mendorong investor untuk mencari aset safe haven emas.

Tiga negara bagian Amerika Serikat, yaitu Florida, Oklahoma dan South Carolina melaporkan rekor kenaikan kasus baru pada hari Rabu. Hingga saat ini, sudah lebih dari 9,3 juta orang dilaporkan telah terinfeksi oleh virus korona secara global.

Gubernur New York, New Jersey dan Connecticut telah memerintahkan kepada para pelancong dari sembilan negara bagian AS lainnya untuk melakukan karantina selama 14 hari pada saat kedatangan.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan resesi yang jauh lebih dalam pada 2020. Tidak hanya itu, pemulihan diperkirakan lebih lambat dari proyeksi yang dikeluarkan pada April 2020.

IMF memprediksi produk domestik bruto (PDB) global akan menyusut 4,9 persen tahun ini atau lebih dalam dari proyeksi 3 persen yang dikeluarkan April 2020. Pada 2021, pertumbuhan hanya diperkirakan 5,4 persen atau turun dari prediksi sebelumnya 5,8 persen.

Simak pergerakan harga emas hari ini secara live.

15:08 WIB

Pukul 14.55 WIB: Harga Emas Comex Naik 5,20 Poin

Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 5,20 poin atau 0,29 persen ke level US$1.775,80 per troy ounce, saat indeks dolar AS terkoreksi 0,11 persen atau 0,104 poin ke posisi 97,325.

14:34 WIB

Pukul 14.21 WIB: Harga Emas Comex Naik 3,90 Poin

Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 3,90 poin atau 0,22 persen ke level US$1.774,50 per troy ounce, saat indeks dolar AS naik tipis 0,04 persen atau 0,043 poin ke posisi 97,472.

13:57 WIB

Pukul 13.38 WIB: Emas Comex Melemah 0,4 Poin

Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 terpantau melemah 0,4 poin atau 0,02 persen ke level US$1.770,02 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,06 poin atau 0,01 persen ke level 97,423 pada pukul 13.38 WIB.

11:38 WIB

Pukul 11.26 WIB: Emas Comex Melemah 0,8 Poin

Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 terpantau melemah 0,8 poin atau 0,05 persen ke level US$1.769,80 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,113 poin atau 0,12 persen ke level 97,316 pada pukul 11.26 WIB.

10:23 WIB

Pukul 10.05 WIB: Emas Comex Menguat 2 Poin

Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 terpantau menguat 2 poin atau 0,11 persen ke level US$1.772,60 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,056 poin atau 0,06 persen ke level 97,373 pada pukul 10.05 WIB.

09:10 WIB

Pukul 08.59 WIB: Emas Comex Menguat 1,1 Poin

Harga emas Comex kontrak Agustus 2020 terpantau menguat 1,1 poin atau 0,06 persen ke level US$1.771,70 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,057 poin atau 0,06 persen ke level 97,372 pada pukul 08.56 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini dolar as
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top