Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hanya Saham BBCA yang Hijau, Indeks Bisnis-27 Terkoreksi

Penurunan indeks Bisnis-27 pada hari ini terjadi seiring melemahnya IHSG.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  16:21 WIB
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 kembali terperosok ke zona merah setelah sempat menguat pada penutupan perdagangan sebelumnya, sejalan dengan pelemahan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada penutupan perdagangan hari ini indeks Bisnis-27 melemah 1,37 persen ke level 434,85. Dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya, indeks Bisnis-27 turun 6,03 poin.

Penurunan indeks Bisnis-27 pada hari ini terjadi seiring melemahnya IHSG. Indeks ditutup melemah dengan besaran yang sama yakni, 1,37 persen ke level 4.896,7.

Dari seluruh emiten yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), 324 emiten ditutup di zona merah dan 142 emiten ditutup pada level yang sama dengan sebelumnya. Hanya 93 emiten yang berhasil menghijauh.

Dari 93 emiten tersebut, hanya satu emiten yang masuk dalam konstituen indeks Bisnis-27, yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Sementara itu, 26 konstituen indeks lainnya kompak masuk ke zona merah.

BBCA ditutup pada level Rp28.625 per saham, menguat 0,35 persen atau 100 poin. Penguatan BBCA didorong oleh maraknya aksi beli investor asing yang mencatatkan beli bersih sebanyak Rp107,1 miliar.

Konstituen lain seperti PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menjadi incaran investor asing di pasar reguler. Masing-masing mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp58,3 miliar dan Rp49,9 miliar.

Namun, minat investor asing tak mampu menyelamatkan kedua emiten tersebut dari zona merah. ASII dan BBRI ditutup dengan pelemahan masing-masing 2 persen dan 1,92 persen, ke level Rp4.900 per saham dan Rp3.060 per saham.

Kondisi yang sama juga terjadi pada dua konstituen indeks lainnya, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Meski investor asing mencatat beli bersih, keduanya turun masing-masing 0,26 persen dan 2 persen.

Di sisi lain, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) menjadi sasaran jual bersih asing di pasar reguler.

TLKM terkena jual bersih asing sebesar Rp62,1 miliar, turun 0,63 persen ke level Rp3.160 per saham. UNVR terkena jual bersih asing sebesar 41,9 miliar, sedangkan TOWR 30,9 miliar. UNVR dan TOWR ditutup melemah 2,17 persen dan 2,5 persen.

Adapun, konstituen indeks dengan persentase pelemahan paling dalam pada perdagangan hari ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), yakni 4,01 persen ke level Rp4.550 per saham.

BBNI menjadi saham dengan turnover paling tinggi di BEI pada hari ini, yakni mencapai Rp556,7 miliar. Adapun, total jual bersih investor asing terhadap BBNI mencapai Rp116,26 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI indeks bisnis27
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top