Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tensi Perdagangan Memanas, Bursa AS Tersungkur ke Zona Merah

Bursa saham Amerika Serikat tersungkur ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2020), bersama dengan melemahnya bursa Eropa setelah pemerintah AS dilaporkan tengah mempertimbangkan tarif baru.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  21:26 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat tersungkur ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2020), bersama dengan melemahnya bursa Eropa setelah pemerintah AS dilaporkan tengah mempertimbangkan tarif baru.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 melemah 0,73 persen atau 22,73 poin ke level 3.108,56 pada pukul 9.50 waktu New York.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1,24 persen atau 323,82 poin ke posisi 25.832,28 dan indeks Nasdaq Composite turun 0,46 persen atau 46,64 poin ke level 10.084,73.

Indeks S&P 500 mematahkan kenaikan yang mampu dibukukan dua hari perdagangan sebelumnya, seiring dengan koreksi saham perusahaan travel yang sempat diuntungkan atas kembalinya kehidupan normal masyarakat.

Salah satu sentimen negatif bagi pasar adalah kekhawatiran bahwa lonjakan kasus baru virus corona (Covid-19) dapat memaksa para pembuat kebijakan untuk memperlambat langkah mereka atau bahkan memutarbalik rencana reopening ekonomi.

“Adanya kasus-kasus baru telah memberi pasar pengingat yang tidak menyenangkan bahwa pandemi ini masih jauh dari kata selesai dan bahwa pemulihan ekonomi mungkin akan lebih lambat dari yang diharapkan,” ujar associate director of research di WisdomTree, Mobeen Tahir.

“Tapi penurunan ini hanya akan menjadi serius jika laju infeksi naik ke tingkat yang mengkhawatirkan dan lockdown kembali diberlakukan,” tambahnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Pada saat yang sama, potensi ketegangan perdagangan muncul kembali antara Uni Eropa dan AS. Gedung Putih dilaporkan tengah mempertimbangkan tarif baru pada ekspor senilai US$3,1 miliar dari Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris.

Perwakilan Perdagangan Amerika ingin mengenakan tarif baru pada ekspor Eropa seperti zaitun, bir, gin, dan truk, sementara meningkatkan bea pada produk-produk seperti pesawat, keju dan yogurt, menurut pemberitahuan yang dipublikasikan pada Selasa (23/6/2020) malam waktu setempat.

Di sisi lain, Uni Eropa juga memperdebatkan mengenai apakah akan menutup akses untuk pelancong dari Amerika musim panas ini.

Sejalan dengan bursa AS, indeks Stoxx Europe 600 turun tajam 1,5 persen. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2 persen dan nilai tukar euro terhadap dolar AS turun 0,2 persen menjadi US$1,1282.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as bursa global tarif impor
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top