Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Sentimen Global yang Bisa Pengaruhi Laju IHSG Hari Ini

Secara teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas melihat saat IHSG memiliki peluang bergerak variatif cenderung melemah dan akan diperdagangkan di kisaran 4.820-4.957.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  08:51 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 39 poin atau 0,81 persen ke level 4.879 pada Selasa (23/6/2020) lalu. 

Sektor industri dasar, barang konsumsi, pertambangan, infrastruktur, dan properti menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG yang mana investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp527,9 miliar kemarin. 

Berdasarkan analisa teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak variatif cenderung melemah dan akan di-trading-kan pada level 4.820-4.957. 

"Namun dengan adanya konfirmasi bahwa kesepakatan Amerika dan China masih utuh, ditambah lagi dengan data PMI Manufacturing, Services, dan Composite baik dari Amerika dan Eropa yang membaik, mungkin akan menjadi katalis positif hari ini," tulis sekuritas dalam publikasi risetnya, Rabu (24/6/2020).  

Di sisi lain, data ekonomi yang menunjukkan Durable Goods Orders dan GDP per kuartal Amerika Serikat akan mengundang perhatian pelaku pasar. 

Secara garis besar, sekuritas menilai bahwa sentimen global masih akan menghantui pasar saham dalam negeri. Kesepakatan antara China dan Amerika tengah menjadi sorotan akibat pernyataan penasehat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro yang mengatakan bahwa kesepakatan tersebut telah berakhir dalam sebuah wawancara.

Presiden Trump pun dengan cepat memberikan konfirmasi bahwa kesepakatan tersebut tetap berjalan sesuai dengan kesepakatan dan berharap China masih terus menepati kesepakatan tahap pertama tersebut. 

Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada paket stimulus fiskal pemerintah Amerika Serikat yang akan dibahas pada awal pekan depan. Apabila stimulus fiskal akan dikeluarkan kembali, tentu hal tersebut akan memberikan angin segar kepada pelaku pasar dan investor bahwa perekonomian dapat bertahan meskipun jumlah korban Covid-19 mengalami peningkatan. 

Presiden Trump juga mengumumkan akan memberikan stimulus lagi yang sudah mendapatkan lampu hijau dari kongres. Dalam hal ini, sekuritas memperkirakan stimulus tersebut diantaranya tunjangan pengangguran yang semakin diperluas atau diperpanjang, atau bonus yang akan

diberikan kepada mereka yang akan kembali bekerja. 

Namun, sekuritas melihat hal ini berhubungan dengan kepentingan conflict interest terkait dengan pemilu yang akan digelar beberapa bulan mendatang. Oleh sebab itu, sekuritas melihat bahwa hal tersebut mungkin saja salah satu strategi yang akan dilakukan oleh Trump untuk mendapatkan dukungan.

Adapun, penyuling minyak mentah dari Asia saat ini dinilai sedang memfokuskan diri pada pasar lain seiring dengan kenaikan harga bahan baku akibat pengurangan produksi oleh OPEC+. 

Sekuritas menilai penyuling akan semakin mendapat kesulitan dengan volatilitas harga dan produksi oleh negara OPEC+. Pasalnya, volume minyak Amerika Serikat memang mengarah ke Asia dan saat ini sudah ada peningkatan sekitar 49 juta barel pada Juli dibandingkan dengan masing-masing 27 juta barel pada bulan Mei dan Juni 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Donald Trump
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top