Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menguji Daya Pikat ORI017

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi mulai menawarkan obligasi negara ritel (ORI) seri ORI017, Senin (15/6/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  07:20 WIB
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Daya pikat obligasi negara ritel seri ORI017 sebagai alternatif investasi di tengah pandemi segera diuji dalam beberapa pekan ke depan. Permintaan yang masuk dari investor perorangan atau ritel akan jadi tolak ukur keberhasilan emisi.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi mulai menawarkan obligasi negara ritel (ORI) seri ORI017, Senin (15/6/2020). Masyarakat saat ini sudah dapat melakukan registrasi dengan menghubungi 25 mitra distribusi (midis) yang telah ditetapkan melayanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik atau layanan daring.

ORI017 memiliki kupon tetap 6,40 persen per tahun. Masa penawaran berlangsung pada 15 Juni 2020 dan ditutup 9 Juli 2020.

Dengan minimum Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar, seluruh investor warga negara Indonesia (WNI) dapat berinvestasi di dalam ORI017.

Luky Alfirman, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menuturkan ORI017 memiliki sejumlah fitur menarik. Salah satunya tingkat keamanan serta imbal hasil yang kompetitif dengan sifat tradable atau dapat diperdagangkan.

Dia menyebut pemerintah juga ingin mempermudah investor dalam membeli ORI017. Oleh karena itu, pembelian kini dapat dilakukan melalui gawai.

“Fitur dari ORI017 yang tidak dimiliki oleh instrumen lain adalah investor turun aktif membangun negeri ini,” jelasnya, Senin (15/6/2020).

Luky menuturkan dana yang dihimpun melalui ORI salah satunya ditujukan untuk membangun sektor kesehatan, membantu pemberian jaring pengaman sosial untuk menengah ke bawah, serta membantu dunia usaha. Jadi, ORI017 menurutnya bertujuan untuk kepentingan negara.

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJJPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan menuturkan ORI memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan instrumen lain. Salah satunya imbal hasil yang cukup kompetitif dibandingkan dengan deposito.

“Selain itu, risikonya jauh lebih kecil dibandingkan dengan misalnya investasi di saham. Jadi, untuk investor yang cenderung risk averse atau konservatif, ORI bisa menjadi alternatif investasi yang menarik,” paparnya.

Deni mengungkapkan fitur lain yang membuat ORI menarik adalah tradeable atau dapat diperdagangkan. Artinya, surat berharga negara (SBN) ritel itu dapat dijual di pasar sekunder.

“Ini membuka kesempatan bagi investor untuk mendapatkan capital gain jika harga pada saat penjualan lebih tinggi daripada saat pembelian,” imbuhnya.


FLEKSIBILITAS

Deni menuturkan pemerintah menargetkan Rp5 triliun hingga Rp10 triliun dari penerbitan ORI017. Menurutnya, dibutuhkan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam penerapaan strategi pembiayaan oleh DJPPR agar lebih responsif terhadap dinamika di pasar serta appetite dari masyarakat.

Berdasarkan catatan Bisnis, penawaran yang masuk untuk seri ORI sebelumnya, ORI016, senilai Rp8,2 triliun. Nilai itu lebih rendah dari target pemerintah Rp9 triliun.

Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa penetapan kupon untuk ORI017 berdasarkan banyak indikator yang dipertimbangkan seperti pergerakan SBN di pasar sekunder dan perdana.

Selanjutnya, pemerintah juga melihat indikator lain seperti suku bunga acuan Bank Indonesia, suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bunga deposito, termasuk indikator makro ekonomi lainnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah memiliki kebutuhan penerbitan SBN senilai Rp990,1 triliun pada Juni 2020 hingga Desember 2020. Sisa penerbitan itu akan dipenuhi dari lelang di pasar domestik, penerbitan SBN ritel Rp40 triliun hingga Rp50 triliun, SBN skema khusus ke Bank Indonesia, private placement, dan penerbitan SBN valas senilai US$4 miliar hingga US$7 miliar.

Di lain pihak, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memprediksi penawaran yang masuk untuk ORI017 bisa mencapai Rp10 triliun. Pasalnya, masyarakat tetap membutuhkan instrumen investasi alternatif di tengah pandemi.

“ORI termasuk investasi yang diterbitkan pemerintah jadi risiko rendah. Selain itu, ORI bersifat tradeable,” tuturnya.

Ramdhan menyebut memang kupon yang dipatok oleh ORI017 berada di bawah ekspektasi 6,75 persen hingga 7,00 persen. Namun, besarannya masih cukup menarik karena masih berada di atas bunga deposito.

“Mungkin pemerintah mempertimbangkan juga cost of fund penerbitan. Tahun lalu [ORI016] tidak sampai target karena rate terlalu rendah dan juga tahun lalu hampir setiap bulan keluar,” jelasnya.

Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana menilai kupon yang ditawarkan oleh ORI17 masih cukup menarik. Menurutnya, besaran itu lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen lain seperti deposito.

Kendati demikian, Fikri mengkhawatirkan permintaan yang masuk bisa lebih rendah dibandingkan dengan seri terakhir. Pasalnya, penyebaran pandemi telah membuat pengangguran meningkat dan pendapatan masyarakat secara agregat menjadi lebih rendah.

“Terlebih target pasarnya [ORI017] merupakan new consumer dan milenial yang saya perkirakan menjadi kelompok yang cukup rentan pada pasa pandemi ini,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Obligasi obligasi ritel indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top