Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Covid-19, Erajaya (ERAA) Revisi Target Kinerja

Kinerja Erajaya Swasembada terpapar dampak pandemi virus corona (Covid-19). Perseroan berupay menjaga arus kas dengan tidak membagikan dividen hingga merevisi rencana pengembangan usaha.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  19:29 WIB
Gerai Erafone. - erajaya.com
Gerai Erafone. - erajaya.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel gawai dan aksesoris PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) mengerahkan segala upaya untuk menjaga arus kas tetap stabil. Selain tidak membagikan dividen, Erajaya juga meninjau ulang rencana ekspansi.

Wakil Direktur Utama Erajaya Hasan Aula mengatakan pemegang saham telah menyetujui untuk meniadakan pembagian dividen pada tahun ini. Perseroan juga belum bisa menerka performa bisnis pada periode ini mengingat adanya penutupan gerai di beberapa pusat perbelanjaan dimulai pada bulan April lalu.

“Kuartal pertama memang kita perform bagus dibandingkan dengan tahun lalu disebabkan oleh aktivitas dan strategi. Meskipun di akhir Maret sudah ada beberapa toko yang ditutup karena mengalami situasi Covid-19,” ujar Hasan dalam paparan publik virtual, Selasa (16/6/2020).

Pemilik gerai Erafone tersebut juga menyebutkan akan merevisi pendapatan berikut juga laba bersih mengikuti penurunan belanja modal pada tahun ini.  Oleh karena itu, emiten bersandi saham ERAA itu akan merevisi rencana ekspansi pembukaan 300 gerai yang membutuhkan dana Rp300 miliar.

Target yang cukup agresif tersebut hampir sama seperti pencapaian akhir tahun yang kemungkinan besar tidak bisa tercapai pada tahun ini karena situasi penyebaran Covid-19 yang tidak bisa dipungkiri memperlambat kinerja keuangan perusahaan.

“Untuk ke depannya kita akan revisi semua. Ekonomi baru reopen pertengahan Juni tapi tidak semua bisa berjalan smooth, sambil kita pelajari consumer behaviour toko,” terangnya.

Hasan menilai penutupan beberapa gerai fisik membuat penjualan dari platform daring cukup meningkat. Namun dibandingkan dengan total penjualan, jelas omzet yang didapatkan dari pendapatan daring masih kecil.

“(Covid-19) Aianggap mengganggu ya mengganggu karena penutupan toko mengganggu kinerja. Tapi kita akan membuka toko lagi sesuai dengan protokol yang ada dan apa yang kita lakukan adalah yang terbaik untuk consumer,” sambung Hasan.

Perseroan juga sudah mencanangkan pembukaan beberapa gerai smart retail dengan implementasi cashless system yang dipelopori oleh gerai Urban Republic. Melalui gerai ini, perseroan berharap konsumen mendapatkan pengalaman belanja baru dengan sedikit interaksi dan memperbanyak akses melalui QR code untuk mengetahui berbagai macam informasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erajaya swasembada
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top