Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketegangan Trump dengan China Seret Bursa Global ke Zona Merah

Ekuitas global tengah diuji setelah mengalami kenaikan bulan kedua, dengan Trump mengatakan dia akan mengumumkan langkah-langkah baru AS di Cina pada hari Jumat (29/5/2020). Hal itu dilakukan setelah China mengeluarkan undang-undang keamanan nasional yang membatasi kebebasan di Hong Kong.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  08:43 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Asia turun bersamaan dengan futures ekuitas Eropa dan AS, karena investor mengambil sikap hati-hati sebelum pidato Presiden Donald Trump yang selanjutnya dapat memicu ketegangan AS-China.

Dikutip dari Bloomberg, ekuitas global tengah diuji setelah mengalami kenaikan bulan kedua, dengan Trump mengatakan dia akan mengumumkan langkah-langkah baru AS di Cina pada hari Jumat (29/5/2020). Hal itu dilakukan setelah China mengeluarkan undang-undang keamanan nasional yang membatasi kebebasan di Hong Kong.

Saham Jepang merosot secara moderat bersama dengan yang di Seoul dan Sydney. Kontrak AS merosot, setelah indeks Wall Street semalam koreksi. Pengumuman Trump memicu kekhawatiran ketegangan AS-China, dan mengganggu sentimen pembukaan kembali ekonomi yang mendorong pasar.

Peningkatan permusuhan antara Washington dan Beijing membatasi sentimen positif karena para pedagang menimbang indikasi penyembuhan ekonomi setelah lockdown.

Semalam, klaim pengangguran negara bagian AS menyusut untuk pertama kalinya selama wabah bahkan ketika jutaan pekerja di AS mengajukan tunjangan pengangguran.

"Saya sangat berhati-hati pada prospek pasar jangka menengah dan bahkan jangka panjang saya," papar Kate Jaquet, manajer portofolio di Seafarer Capital Partners LLC, mengatakan di Bloomberg TV.

"Saya merasa ada keterputusan yang sangat besar antara penilaian pasar saham di seluruh dunia dan fundamental perusahaan yang mendasarinya."

Sementara itu, petunjuk tentang tahap selanjutnya untuk kebijakan Federal Reserve mungkin datang Jumat malam, ketika Ketua Jerome Powell berpartisipasi dalam diskusi virtual.

Penetapan harian nilai tukar China akan menjadi fokus lagi pada hari Jumat. Yuan lepas pantai stabil di dekat rekor terendah, setelah China memberi sinyal dengan perbaikan yang lebih kuat dan ingin menghindari depresiasi cepat.

Di tempat lain, minyak mentah turun setelah naik Kamis. Saham Eropa berakhir lebih tinggi di tengah optimisme atas pembukaan kembali ekonomi dan rencana stimulus fiskal Uni Eropa.

Berikut sejumlah data utama di pasar pada Jumat (29/5/2020) hingga sekitar pukul 08.00 WIB.

Saham
S&P 500 berjangka turun 0,7%.
Indeks Topix Jepang turun 0,6%.
Kospi Korea Selatan turun 0,5%.
Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 1,2%.

Mata uang
Yen sedikit berubah menjadi 107,51 per dolar.
Yuan lepas pantai datar di 7,1719 per dolar.
Euro membeli $ 1,1079, sedikit berubah.

Obligasi
Imbal hasil pada obligasi 10-tahun turun satu basis poin menjadi 0,68%.
Imbal hasil 10-tahun Australia tetap di 0,88%.

Komoditas
Minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,4% menjadi $ 33,23 per barel.
Emas tergelincir 0,1% menjadi $ 1,716,91 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa global Donald Trump

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top