Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sawit Sumbermas (SSMS) Hadapi Risiko Wanprestasi Obligasi, Apa Sebabnya?

Moody’s Investor Service menyatakan Citra Borneo wajib menyampaikan laporan tahunan dalam jangka waktu 120 hari setelah 2019 berakhir. Namun, hingga 28 Mei 2020 perusahaan tersebut belum melakukan kewajibannya.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  11:13 WIB
Ilustrasi - ssms.co.id
Ilustrasi - ssms.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. menghadapi risiko wanprestasi atas kewajiban dalam penerbitan obligasi US$300 juta apabila perusahaan induknya, PT Citra Borneo Indah tak kunjung merilis laporan keuangan 2019 sesuai dengan ketentuan.

Moody’s Investor Service menyatakan Citra Borneo wajib menyampaikan laporan tahunan dalam jangka waktu 120 hari setelah 2019 berakhir. Namun, hingga 28 Mei 2020 perusahaan tersebut belum melakukan kewajibannya.

Keterlambatan yang berkepanjangan akan menjadi kredit negatif bagi Sawit Sumbermas Sarana karena bisa menjadi wanprestasi terhadap komitmen dalam surat utang US$300 juta yang diterbitkan perseroan. Hal ini bisa meningkatkan risiko likuiditas dan refinancing perusahaan tersebut.

“Dalam perjanjian penerbitan surat utang itu, default bisa dipicu jika pelanggaran berlanjut selama 30 hari berturut-turut setelah adanya pemberitahuan tertulis oleh wali amanat atau 25 persen pemegang pokok prinsipal obligasi,” tulis Moody’s dalam risetnya, dikutip pada Jumat (29/5/2020).

Namun demikian, Sawit Sumbermas Sarana menyatakan hingga saat ini belum mendapatkan pemberitahuan tertulis dari wali amanat ataupun 25 persen pemegang pokok obligasi tersebut.

Kewajiban Citra Borneo untuk menyiapkan laporan keuangan 2019 tepat waktu terhambat oleh penyebaran virus corona yang membuat operasional kantor terhambat. Hal ini terjadi lantaran karyawan harus bekerja dari rumah.

Sebelumnya, pada 30 April manajemen Sawit Sumbermas Sarana telah menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan induknya akan disampaikan pada akhir Mei. Namun, sekarang perseroan memperkirakan laporan itu baru akan disampaikan pada Juni.

Peringkat emiten berkode SSMS ini bisa diturunkan apabila hal ini terus berkepanjangan dan perusahaan induk tak jua menyampaikan laporan 2019. Pasalnya, hal ini dinilai bisa memicu gagal bayar ataupun percepatan masa waktu pembayaran obligasi berdenominasi dolar AS tersebut.

Per 31 Desember 2020, Sawit Sumbermas Sarana hanya memiliki kas sebesar US$150 juta. Kemampuan dana yang terbatas itu diperkirakan akan membuat perseroan kewalahan untuk melunasi pokok utang obligasi yang bernilai US$300 juta itu.

Moody’s menambahkan masalah keterlambatan pengajuan laporan ini terjadi di saat perseroan juga menghadapi sejumlah masalah besar lainnya, seperti transparansi seputar transaksi pihak berelasi di dalam grup perusahaan. Perseroan juga membatasi informasi terkait operasional pengilangan minyak sawitnya.

Perseroan diketahui telah menunjuk konsultan eksternal untuk merampingkan struktur organisasi dan pengelolaan perusahaan. Meski dinilai hal ini akan membantu meningkatkan operasional perusahaan dan transparansinya, rencana ini akan memakan waktu dan tetap berisiko dalam eksekusinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

moody's obligasi korporasi sawit sumbermas sarana
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top