Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 27 Mei 2020

Pada perdagangan Selasa (26/5/2020), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,31 persen atau 45 poin ke level Rp14.755 per dolar AS.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  15:09 WIB
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah mengalami pelemahan, mata uang rupiah diprediksi menguat terbatas pada perdagangan Rabu (27/5/2020).

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan adanya tanda-tanda aktivitas ekonomi dibuka kembali di seluruh dunia membantu investor mengabaikan tensi ketegangan antara AS-China.

Tiongkok masih melakukan Kongres Nasional hingga 28 Mei nanti. Di sela-sela kongres, Menlu Wang Yi mengingatkan AS untuk tidak mengonfrontasi Tiongkok. Belakangan hubungan AS-Tiongkok renggang akibat isu HAM, dagang, Covid-19 dan Hong Kong.

AS mengancam sanksi terhadap Tiongkok jika Beijing mengimplementasikan RUU keamanan nasional baru yang lebih ketat atas Hong Kong. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O'Brien, Minggu (24/5/2020) mengatakan AS ingin Hong Kong memiliki otonomi yang luas, sehingga tetap bisa menjadi pusat keuangan Asia.

Hubungan AS-China kembali memanas setelah merebaknya virus corona menjadi pandemi global. Presiden AS Donald Trump menuding China telah menutup-nutupi fakta asal muasal virus dan telah gagal menangani wabah.

“Trump yang geram terus mengambil berbagai manuver, mulai dari rencana menerapkan tarif, menghapus China dari rantai pasok global hingga mengancam putus hubungan dengan Negeri Tirai Bambu,” paparnya.

Dari dalam negeri, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan perekonomian. Strategi bauran yang saat ini sudah diterapkan bisa membawa kekuatan fundamental yang cukup solid.

Pada perdagangan Selasa (26/5/2020), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,31 persen atau 45 poin ke level Rp14.755 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,4 persen atau 0,404 poin ke level 99,459 pada pukul 14.52 WIB.

Dalam perdagangan hari ini, Ibrahim menyampaikan kemungkinan rupiah akan dibuka melemah, tetapi saat penutupan akan kembali menguat terbatas di rentang 14.710-14.785.

15:06 WIB

Pukul 14.50 WIB: Rupiah Ditutup Menguat 45 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 45 poin atau 0,31 persen ke level Rp14.710 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,25 persen atau 0,248 poin ke level 99,156 pada pukul 14.55 WIB.

14:31 WIB

Pukul 14.05 WIB: Rupiah Melemah 7 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.762 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,26 persen atau 0,257 poin ke level 99,165 pada pukul 14.19 WIB.

13:06 WIB

Pukul 12.27 WIB, rupiah berbalik melemah 0,14 persen

Pukul 12.27 WIB, rupiah berbalik melemah 0,14 persen atau 20 poin menjadi Rp14.775 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS menguat 0,28 persen menjadi 99,181.

11:40 WIB

Akhir sesi I, rupiah menguat 0,07 persen

Akhir sesi I, rupiah menguat 0,07 persen atau 10 poin menjadi Rp14.745 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS menguat 0,23 persen menjadi 99,134.

10:27 WIB

Pukul 10.19 WIB, rupiah menguat 0,07 persen

Pukul 10.19 WIB, rupiah menguat 0,07 persen atau 10 poin menjadi Rp14.745 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS menguat 0,23 persen menjadi 99,134.

09:21 WIB

Pukul 9.19 WIB, rupiah menguat 0,1 persen

Pukul 9.19 WIB, rupiah menguat 0,1 persen atau 15 poin menjadi Rp14.740 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS menguat 0,21 persen menjadi 99,12.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top