Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Rupiah JISDOR Menguat ke Rp14.774 per Dolar AS

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pada pagi hari ini, menempatkan kurs referensi JISDOR di level Rp14.774 per dolar AS. Posisi ini menguat 11 poin terhadap posisi kurs pada posisi terakhir, Rabu (20/5/2020), di level Rp14.785 per dolar AS.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  11:29 WIB
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kurs rupiah per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat pada hari ini, Selasa (26/5/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pada pagi hari ini, menempatkan kurs referensi JISDOR di level Rp14.774 per dolar AS. Posisi ini menguat 11 poin terhadap posisi kurs pada posisi terakhir, Rabu (20/5/2020), di level Rp14.785 per dolar AS.

Penguatan kurs referensi JISDOR ini melanjutkan tren yang terjadi sejak 15 Mei 2020. Kala itu kurs referensi berada di level Rp14.909 per dolar AS, menguat dibandingkan hari sebelumnya pada level Rp14.946 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.42 WIB rupiah melemah 0,27 persen atau terkoreksi 40 poin ke level Rp14.750 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,14 persen atau 20 poin menjadi Rp14.730 per dolar AS.

Kinerja rupiah saat ini menjadi salah satu yang terlemah, karena mayoritas mata uang Asia lainnya berhasil menguat terhadap dolar AS pada awal perdagangan kali ini. Adapun, di zona merah rupiah ditemani oleh rupee yang turun 0,45 persen dan ringgit yang melemah 0,39 persen.

Padahal, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,16 persen ke level 99,701.

Dalam publikasi riset Monex Investindo Futures, aset berisiko dinilai berpotensi menguat didukung oleh sentimen perkembangan vaksin Covid-19 yang diungkapkan oleh World Health Organization (WHO).

“Namun, ketegangan antara AS-China juga menjadi pengganjal kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan perang dingin yang akan kembali melumpuhkan ekonomi kedua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu,” tulis Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya, dikutip Selasa (26/5/2020).

Eskalasi ketegangan itu pun diproyeksi juga akan berimbas negatif bagi negara-negara lainnya sehingga akan kembali menjadi katalis penahan aset-aset berisiko untuk bergerak lebih tinggi, termasuk rupiah.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

26 Mei

Rp14.774

20 Mei

Rp14.785

19 Mei

Rp14.823

18 Mei

Rp14.885

15 Mei

Rp14.909

14 Mei

Rp14.946

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as jisdor
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top