Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Minyak WTI Tembus US$34, Kemana Arah Selanjutnya?

Pada perdagangan Selasa (26/5/2020) pukul 10.26 WIB, harga minyak WTI kontrak Juli 2020 menguat 2,71 persen atau 0,9 poin menjadi US$34,15 per barel. Adapun, harga minyak Brent kontrak Juli 2020 meningkat 1,24 persen atau 0,44 poin menuju US$35,97 per barel.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  10:46 WIB
Kapal tanker BULL Kangean, salah satu armada PT Buana Lintas Lautan Tbk. - bull.co.id
Kapal tanker BULL Kangean, salah satu armada PT Buana Lintas Lautan Tbk. - bull.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Estimasi pasar minyak dunia akan kembali stabil paling cepat pada bulan depan membawa harga minyak menguat melampaui level US$34 per barel.

Pada perdagangan Selasa (26/5/2020) pukul 10.26 WIB, harga minyak WTI kontrak Juli 2020 menguat 2,71 persen atau 0,9 poin menjadi US$34,15 per barel. Adapun, harga minyak Brent kontrak Juli 2020 meningkat 1,24 persen atau 0,44 poin menuju US$35,97 per barel.

Dikutip dari Blomberg, proyeksi Rusia tersebut sebelumnya didasarkan kepada langkah para produsen minyak global untuk melakukan pemangkasan produksi guna menyesuaikan dengan permintaan pasar yang menurun.

Rusia yang juga anggota OPEC+ telah memutuskan untuk memangkas produksinya sekitar 10 juta barel per hari. Negara itu juga memproyeksikan harga minyak dunia akan mulai pulih pada Juni—Juli 2020.

Sebelumnya, Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyatakan bahwa realisasi pembatasan produksi global sejauh ini rupanya melampaui pembatasan yang disepakati. Hal ini mendorong harga minyak di bursa Nymex menguat 2,6 persen.

Harga minyak dunia telah menguat lebih dari 80 persen pada bulan ini, seiring dengan membaiknya permintaan di sejumlah negara. Hal ini terjadi setelah adanya relaksasi aturan lockdown di beberapa negara. Perbaikan permintaan juga diiringi dengan perbaikan pasokan di pasar setelah anggota OPEC+ menyepakati adanya pemangkasan produksi.

Terlepas dari ekspektasi proses pemulihan pasar minyak global yang akan memakan waktu lama, International Energy Agency memperkirakan pelemahan konsumsi minyak hanya akan bersifat sementara. Konsumsi global diperkirakan akan membaik dan mencapai level yang lebih tinggi sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Konsumsi minyak global mencapai sekitar 100 juta barel per hari pada tahun lalu. Namun, para pelaku usaha di sektor energi meyakini bahwa tingkat konsumsi tersebut merupakan level peak atau level tertinggi dan tidak akan terulang. Pasalnya, pandemi Covid-19 diperkirakan akan mengubah gaya hidup yang mengarah kepada penurunan konsumsi minyak.

Will Sungchil Yun, Analis Komoditas VI Investment Corp menyatakan bahwa pasar diperkirakan akan mulai menyaksikan dampak positif dari penurunan produksi dan perbaikan ekonomi dunia. Namun, akan tetap ada kekhawatiran terhadap pandemi.

“Tetap saja akan ada kehati-hatian pasar selama obat untuk pandemi ini belum ditemukan dan selama kemungkinan gelombang infeksi kedua masih ada,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg, Selasa (26/5/2020).

Di seluruh dunia, para produsen minyak global telah memutuskan untuk memangkas produksi sebanyak 14 juta—15 juta barel per hari. Rusia memperkirakan harga akan ada surplus suplai minyak global sebanyak 7 juta—12 juta barel per hari.

Persediaan minyak mentah AS di pusat penyimpanan Cushing mencetak rekor penurunan hingga 15 Mei, sedangkan stok minyak nasional telah mencatat penurunan secara berkelanjutan. Pelaku eksplorasi minyak serpih atau shale juga telah mengurangi jumlah rig minyak aktif 10 minggu ke level terendah sejak 2009.

Di sisis lain, para produsen minyak dunia di AS dan Eropa akan melakukan pertemuan tahunan pada pekan ini. Pertemuan ini diperkirakan akan membahas seberapa berat dampak lockdown terhadap kinerja perusahaan minyak global, seperti Total SA, BP Plc, Exxon Mobile Group, dan Chevron Group.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyampaikan secara teknikal, harga minyak berpeluang untuk bergerak naik selama harga berada di atas level indikator moving average 50-100-200 di dalam grafik 4 jam.

Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di 34.70, menembus ke atas dari level tersebut berpotensi memicu kenaikan lanjutan ke 35.50 sebelum membidik resisten kuat di 36.60.

Sementara itu jika bergerak turun, level support terdekat berada di 33.30, menembus ke bawah dari level tersebut berpeluang memicu penurunan lanjutan ke 32.50 sebelum membidik support kunci di 31.40.

Level support : 33.30 - 32.50 - 31.40
Level resisten : 34.70 - 35.50 - 36.60

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec rusia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top