Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Emiten Pemilik Kemfood Harus Batasi Operasional Akibat Covid-19

Sentra Food tetap beroperasi, tetapi secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan sesuai anjuran terkait Covid-19.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  22:22 WIB
Didirikan pada 28 Juni 2004, PT Sentra Food Indonesia adalah perusahaan yang khusus bergerak di bidang makanan dan minuman.  - Sentra Food Indonesia
Didirikan pada 28 Juni 2004, PT Sentra Food Indonesia adalah perusahaan yang khusus bergerak di bidang makanan dan minuman. - Sentra Food Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten pengolahan daging, PT Sentra Food Indonesia Tbk. (FOOD) harus menerapkan pembatasan operasional akibat adanya penyebaran pandemi Covid-19.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) Minggu (24/5/2020), Sentra Food Indonesia, Corporate Secretary Sentra Food Indonesia Karina Larasati putri menuturkan kelangsungan usaha perseroan terganggu oleh Covid-19. Menurutnya, pandemi itu telah berdampak terhadap pembatasan operasional antara 1 bulan—3 bulan.

“Mengingat kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang pangan, kami tetap beroperasi dengan sedapat mungkin mengurangi jumlah personil yang hadir di kantor dan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan sesuai anjuran terkait Covid-19,” ujarnya melalui keterbukaan informasi di BEI, Minggu (24/5/2020).

Dia menjelaskan bahwa kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang mengalami pembatasan terhadap total pendapatan konsolidasi periode 2019 sekitar 25 persen hingga 35 persen.

Sebagai catatan, emiten berkode saham FOOD itu melaporkan penjualan bersih Rp126,25 miliar atau tumbuh 3,44 persen secara year on year (yoy) pada 2019. Kontributor utama penjualan perseroan berasal dari produk daging olahan dengan kontribusi Rp72,15 miliar.

Dari situ, FOOD mengantongi laba bersih Rp1,37 miliar pada 2019. Pencapaian itu naik 22,32 persen dari Rp1,12 miliar periode 2018.

Di tengah penyebaran pandemi Covid-19, FOOD memperkirakan akan terjadi penurunan pendapatan kurang dari 25 persen secara yoy per 31 Maret 2020. Adapun, laba bersih diperkirakan mengalami penurunan 25 persen hingga 50 persen pada 31 April 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Karina mengungkapkan perseroan menerapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan kelangsungan usaha di tengah kondisi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan pengetatan dan efisiensi biaya.

Kendati demikian, FOOD menyatakan tetap melakukan proses penetrasi pasar secara lebih agresif di tengah pandemi. Perseroan dan entitas anak juga tetap mengeluarkan produk-produk baru.

“Perseroan dengan entitas anak melakukan pola-pola dan cara pemasaran yang baru untuk menjangkau konsumen secara langsung dan lebih luas misalnya dengan mengembangkan penjualan secara online,” tulis Manajemen FOOD.

FOOD juga mengembangkan program kemitraan di tengah pandemi. Tujuannya, untuk mengembangkan pasar baru perseroan.

Seperti diketahui, FOOD melepas sebanyak 150 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp135 per lembar saat melantai perdana di BEI pada Januari 2019. Perseroan merupakan pemilik dari PT Kemang Food Industries (Kemfood), perusahaan yang dirintis oleh Bambang Mustari Sadion atau Bob Sadino, yang bergerak di bidang perdagangan dan pengolahan daging seperti sosis, burger baso, kebab, serta dried beef

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten food covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top