Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Hongkong Anjlok 5,5 Persen Gara-Gara UU Baru

Indeks acuan Hang Seng Index anjlok 1.349,89 poin atau 5,56 persen dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Sementara indeks CSI 300 turun 89,73 poin atau 2,29 persen.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  18:23 WIB
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. -  Justin Chin / Bloomberg
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Hongkong terjerempap kei zona merah pada perdagangan Jumat (22/5/2020) akibat kekhawatiran atas undang-undang baru.

Indeks acuan Hang Seng Index anjlok 1.349,89 poin atau 5,56 persen dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Sementara indeks CSI 300 turun 89,73 poin atau 2,29 persen.

Seperti dilansir dari Bloomberg, merosotnya indeks Hang Seng merupakan yang terdalam sejak Juli 201. Perusahaan real estat dilego besar-besaran, seiring kekhawatiran akan masa depan kota yang tidak pasti sehingga mendorong investor dan penduduk untuk memindahkan aset ke luar negeri.

Pelaku pasar kini tengah menanti apakah Hongkong dapat terus beroperasi secara efektif sebagai pusat keuangan global setelah negara mengeluarkan undang-undang yang membatasi tindakan yang dianggap bertentangan dengan kepentingan China.

Undang-undang tersebut diumumkan di Beijing pada hari Jumat selama Kongres Rakyat Nasional tahunan, memicu geliat di Hong Kong untuk protes baru untuk melindungi kebebasan lokal.

Langkah mengejutkan yang ditempuh Partai Komunis juga berisiko memperburuk ketegangan dengan AS, dan pasar global yang tidak stabil masih terhuyung-huyung akibat kejatuhan ekonomi dari pandemi coronavirus.

Ditambah dengan respons Presiden A.S. Donald Trump yang berjanji untuk merespons "dengan sangat kuat" terhadap pergerakan China.

Aksi jual saham terpantau sangat masif di Hong Kong, dengan lebih dari dua pertiga dari 50 anggota indeks Hang Seng parkir di posisi terendah baru dalam empat minggu terahkhir.

Indeks MSCI Hong Kong menuju penurunan terburuk sejak 2008. Indeks tersebut, yang mencakup dua saham yang terdaftar di A.S., diperdagangkan pada level terendah sejak 2008 relatif terhadap indeks global MSCI Inc.

Di saat yang sama, dolar Hong Kong melemah untuk hari kedua setelah melayang di dekat yang terkuat yang bisa diperdagangkan versus greenback selama dua bulan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa hong kong indeks hang seng

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top