Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

115 Gerai Tutup, KFC Indonesia (FAST) Perkirakan Penurunan Laba 50 Persen

Pemilik waralaba KFC Indonesia tersebut menyatakan adanya gangguan yang berdampak pada penghentian sebagian gerai operasional perseroan.
Pelanggan menikmati makan siang di salah satu gerai Kentucky di Makassar, Sulsel, Selasa (28/4). PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) sebagai pemegang merek Kentucky Fried Chicken (KFC), meraup pendapatan sebesar Rp4,2 triliun sepanjang tahun lalu, naik 6,26% dari perolehan setahun sebelumnya Rp3,96 triliun. /Bisnis.com
Pelanggan menikmati makan siang di salah satu gerai Kentucky di Makassar, Sulsel, Selasa (28/4). PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) sebagai pemegang merek Kentucky Fried Chicken (KFC), meraup pendapatan sebesar Rp4,2 triliun sepanjang tahun lalu, naik 6,26% dari perolehan setahun sebelumnya Rp3,96 triliun. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten restoran cepat saji PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) melaporkan dampak dari pandemi COVID-19 kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (19/5/2020), pemilik waralaba KFC Indonesia tersebut menyatakan adanya gangguan yang berdampak pada penghentian sebagian gerai operasional perseroan.

“Hingga saat ini terdapat 115 gerai perseroan ditutup karena mall atau plaza dinyatakan harus tutup karena dampak COVID-19 di berbagai kota di Indonesia bukan hanya di Jakarta,” tulis manajemen.

Dengan perkiraan jangka waktu penghentian operasional selama 3 bulan, besaran kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang terhenti jika dibandingkan dengan total pendapatan tahun 2019 diproyeksikan mencapai 25 persen – 50 persen.

Perseroan juga memperkirakan masing-masing total pendapatan dan laba bersih untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2020 atau 30 April 2020 akan menurun 25 persen hingga 50 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Perusahaan sangat mengharapkan semua jenis pelayanan sudah dapat dibuka, termasuk dine-in, walaupun ada pembatasan kapasitas pelanggan di dalam gerai. Untuk sementara, di tengah kondisi ini, hanya layanan take-away, home delivery, drive-thru, dan on-line ordering beroperasi,” sambung manajemen.

Selanjutnya, perseroan pun menyatakan telah menjalankan beberapa langkah untuk meningkatkan pendapatan semaksimal mungkin dengan cara menyediakan menu dengan harga terjangkau dan cara-cara untuk memperluas jenis pelayanan yang dapat diberikan kepada pelanggan.

Fast Food Indonesia juga melaporkan saat ini pihaknya memiliki total 17.216 karyawan dengan status tetap dan tidak tetap, dengan rincian 4.988 diantaranya dirumahkan dan 4.847 lainnya mengalami dampak seperti pemotongan gaji dan lain-lain akibat dari pandemi mematikan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper