Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Hong Kong Jeblok, Saham Operator Kasino Tumbang

Bursa saham Hong Kong turun tajam pada perdagangan siang ini, Senin (4/5/2020), di tengah tanda-tanda meredanya sentimen bullish yang mampu mendongkrak pasar ekuitas global pada April.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  14:40 WIB
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. -  Justin Chin / Bloomberg
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong turun tajam pada perdagangan siang ini, Senin (4/5/2020), di tengah tanda-tanda meredanya sentimen bullish yang mampu mendongkrak pasar ekuitas global pada April.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 3,9 persen sementara indeks yang mengukur pergerakan saham perusahaan-perusahaan China terjungkal 4,3 persen.

Di antara saham yang membukukan penurunan awal tertajam adalah saham operator-operator kasino di dekat Makau, setelah pendapatan kotor untuk game tumbang 97 persen pada April dari tahun sebelumnya. Saham MGM China Holdings Ltd. memimpin pelemahan saham sektor ini dengan penurunan 6,2 persen.

Hang Seng mampu menguat 4,4 persen pada April, penguatan bulanan pertamanya sepanjang tahun ini, sebelum pemulihan pasar global kemudian kehilangan momentumnya ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan China berkobar soal asal-usul virus corona baru penyebab Covid-19.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan "bukti besar" menunjukkan wabah virus corona baru dimulai di sebuah laboratorium di Wuhan, China, tetapi tidak memberikan bukti apa pun atas klaimnya.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menjanjikan laporan konklusif oleh pemerintah AS tentang asal usul wabah virus Corona. Pihaknya dikatakan tak memiliki banyak keraguan bahwa China telah menyesatkan dunia tentang skala dan risiko penyakit ini sebelum menjadi pandemi global.

"Kami akan memberikan laporan yang sangat kuat tentang apa yang kami pikir terjadi, dan saya pikir itu akan sangat konklusif. Secara pribadi, saya pikir mereka membuat kesalahan yang sangat mengerikan. Mereka mencoba menutupinya,” ujar Trump.

Kontrak berjangka indeks saham S&P 500 AS pun turun lebih lanjut sebesar 0,9 persen siang ini, setelah indeks saham acuannya anjlok 2,8 persen pada perdagangan Jumat (1/5/2020).

Di sisi lain, otoritas Hong Kong dikabarkan bersiap-siap untuk mengendurkan sebagian lockdown di tengah tanda-tanda bahwa wabah virus corona telah terbendung.

Namun, masih ada kekhawatiran tentang jatuhnya laba perusahaan dalam apa yang bisa menjadi kemerosotan ekonomi terburuk di kota ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa hong kong indeks hang seng
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top