Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR EMITEN: Saham Tekstil Tak Atraktif, Laba UNVR Naik 6,5 Persen

Sejumlah berita menjadi topik utama halaman market dan korporasi harian Bisnis Indonesia hari ini, Kamis (30/4/2020), di antaranya saham emiten tekstil dan garmen yang dinilai kurang menarik bagi investor.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 April 2020  |  08:20 WIB
Logo Unilever
Logo Unilever

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi topik utama halaman market dan korporasi harian Bisnis Indonesia hari ini, Kamis (30/4/2020), di antaranya saham emiten tekstil dan garmen yang dinilai kurang menarik bagi investor.

Berikut ringkasan sejumlah topik utamanya:

Saham Tekstil Tak Atraktif. Saham emiten tekstil dan garmen yang merupakan industri padat karya dinilai kurang menarik untuk dikoleksi investor sejalan dengan risiko penurunan pendapatan di tengah pandemi Covid-19 dan besarnya beban gaji karyawan.

Laba UNVR Naik 6,5 Persen. PT Unilever Indonesia Tbk. membukukan kenaikan laba bersih 6,53 persen year-on-year pada kuartal I/2020 ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan pengurangan beban di tengah pandemi Covid-19.

Emiten berkode saham UNVR itu tercatat membukukan laba sebesar Rp1,86 triliun, tumbuh 6,53 persen terhadap perolehan laba pada kuartal I/2019 sebanyak Rp1,74 triliun.

Menadah Berkah Minyak Murah. Bagaikan dua sisi mata uang, mendinginnya harga minyak membuat emiten pertambangan migas merana tetapi membuat emiten manufaktur berbahan baku minyak bisa tersenyum.

Kepul Emiten Rokok Terjaga. Emiten rokok berhasil menjaga kinerja selama kuartal pertama 2020 meski berada di tengah pandemi virus corona baru atau Covid-19 yang menyebabkan beberapa wilayah menerapkan pembatasan sosial berskala besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unilever emiten rokok emiten tekstil Kabar Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top