Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awal Perdagangan Senin (27/4), Bursa AS Menguat Ikuti Rally Pasar Saham Global

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 menguat 0,68 persen atau 19,24 poin ke level 2.855,98 pada pukul 9.48 pagi waktu New York.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2020  |  21:40 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. -  Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (27/4/2020), bersama dengan rally pasar saham global yang memperoleh dorongan dari stimulus Bank of Japan (BOJ) dan pelonggaran lockdown sejumlah negara.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 menguat 0,68 persen atau 19,24 poin ke level 2.855,98 pada pukul 9.48 pagi waktu New York.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite naik tajam 1,25 persen atau 107,58 poin ke level 8.742,10 dan indeks Dow Jones Industrial Average menanjak 0,65 persen ke posisi 23.929,53.

Pada Senin (27/4), BOJ menghapus batasan pembelian obligasi pemerintah dalam ekspansi stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menekan dampak virus corona terhadap perekonomian.

Melalui pernyataannya, bank sentral Jepang ini mengatakan juga meningkatkan ruang lingkup pembelian obligasi korporasi dan surat berharga dengan menaikkan plafon menjadi 20 triliun yen.

Selain itu, dengan kebijakan ekstra yang difokuskan pada mendukung banyak perusahaan yang tengah berjuang dengan bantuan pembiayaan, BOJ mempertahankan target suku bunga jangka pendek dan jangka panjangnya.

Stimulus tambahan ini telah diperkirakan 59 persen ekonom yang disurvei Bloomberg. BOJ telah berada di bawah tekanan untuk mengambil tindakan lebih lanjut karena deklarasi keadaan darurat nasional bulan ini menyebabkan lebih banyak penutupan bisnis.

Langkah-langkah tambahan yang diumumkan oleh Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda juga menunjukkan tingkat koordinasi kebijakan fiskal-moneter yang lebih besar. Sebelumnya, Perdana Menteri Shinzo Abe meluncurkan stimulus fiskal senilai lebih dari US$1 triliun bulan ini dan untuk menerbitkan lebih banyak obligasi.

Para pedagang selanjutnya akan menantikan rapat kebijakan moneter Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini ketika sejumlah negara melanjutkan langkah-langkah untuk melonggarkan pemberlakukan lockdown.

Sementara itu, beberapa negara akan merilis angka PDB mereka dan laporan kinerja keuangan perusahaan akan terus membanjiri sentimen pasar, termasuk oleh Amazon.com Inc., Barclays Plc., dan Samsung Electronics Co.

“Pekan ini akan sangat berpengaruh dari perspektif data makro dan sejauh mana ekonomi global telah terdampak Covid-19,” ujar Simon Ballard, kepala ekonom di First Abu Dhabi Bank.

“Sampai kita benar-benar melewati puncak wabah, dalam skala global, dan dapat menganggap patogen ini akan terbendung dan tidak ada risiko berarti dari gelombang kedua kasus infeksi, kami percaya strategi investasi defensif akan tetap menjadi yang paling sesuai,” lanjutnya.

Terkait perkembangan positif Covid-19, laju angka kematian akibat Covid-19 dilaporkan mencatat perlambatan terbesar dalam lebih dari sebulan di Spanyol, Italia, dan Prancis pada ahir pekan kemarin.

Italia dan Spanyol, dua negara Eropa yang paling terpukul Covid-19, bersama dengan Prancis, telah mengisyaratkan langkah-langkah tentatif untuk membuka perekonomian mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top