Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Menguat ke 15.567, Rupiah Masih Tertekan di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.567 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (22/4/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 April 2020  |  10:41 WIB
Pegawai bank menata uang dolar di kantor cabang bank Mandiri Syariah di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Abdurachman
Pegawai bank menata uang dolar di kantor cabang bank Mandiri Syariah di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.567 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (22/4/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp15.567 per dolar AS, menguat 76 poin atau 0,48 persen dari posisi Rp15.643 pada Selasa (21/4/2020).

Sebaliknya, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menyentuh level Rp15.539 per dolar AS pukul 10.09 WIB dengan pelemahan sebesar 72 poin atau 0,46 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (21/4/2020), nilai tukar mata uang rupiah ditutup di level Rp15.467 per dolar AS dengan depresiasi sebesar 55 poin atau 0,36 persen.

Pelemahan kurs rupiah mulai berlanjut pada Rabu (22/4) dengan dibuka terdepresiasi 63 poin ke level Rp15.530 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak dalam kisaran 15.530 – 15.539 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan hari ini.

“Rupiah kemungkinan masih akan bergolak walaupun dibuka melemah tetapi ditutup kemungkinan menguat. Range Rp15.320-Rp15.570," tulisnya dalam riset yang dikutip Bisnis.

Dari sisi internal, permintaan untuk dolar Amerika Serikat meningkat pada bulan April karena banyak perusahaan-perusahaan terbuka harus membayar dividen kuartal pertama sehingga permintaan untuk dolar relatif cukup tinggi.

Dari sisi eksternal, Ibrahim menyebutkan harga minyak yang anjlok ke level terendah serta adanya spekulasi mengenai kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebabkan kekhawatiran global.

Sentimen positifnya, Bank Sentral Amerika Serikat berencana akan kembali menggelontorkan paket stimulus sebesar US$450 miliar yang diperuntukan untuk bisnis kecil dan rumah sakit yang terkena dampak akibat pandemi virus corona setelah menggelontorkan stimulus sebanyak dua kali masing-masing sebesar US$2,2 triliun dan US$2,3 triliun.

Beberapa mata uang lainnya di Asia juga ikut tunduk di hadapan dolar AS pagi ini, di antaranya won Korea Selatan (-0,44 persen), rupee India (-0,39 persen), dan peso Filipina (-0,09 persen).

Sementara itu, indeks dolar, yang melacak pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia lainnya, terpantau terkoreksi tipis 0,02 persen atau 0,025 poin ke posisi 100,233 setelah berakhir di level 100,258 pada Selasa (21/4).

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak dalam kisaran level 100,175 – 100,293.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

22 April

Rp15.567

21 April

Rp15.643

20 April

Rp15.543

17 April

Rp15.503

16 April

Rp15.787

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah jisdor
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top