Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-Gara Corona, Emiten Ke-20 Listing Tanpa Seremoni

Direktur Utama Saraswanti Anugerah Makmur Yahya Taufik menyatakan rasa syukur sebesar-besarnya, bahwa terlepas dari kondisi global serta regional dan domestik proses pencatatan masih berjalan lancar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  10:27 WIB
Karyawan memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pandemik Covid-19, perusahaan produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. tetap melanjutkan pencatatan perdana saham meskipun tanpa seremoni pada Selasa (31/3/2020).

Sebagai emiten ke-20 yang tercatat pada tahun ini, Saraswanti melanjutkan tren estafet auto reject atas sebesar 35 persen. Emiten berkode saham SAMF itu dibuka pada level Rp120 per saham yang segera melompat ke Rp162 per saham.

Adapun frekuensi transaksi terjadi sebanyak 3 kali dengan nilai mencapai Rp7,29 juta. Jumlah saham yang ditransaksikan pun mencapai 45.000 unit. Dengan begitu, SAMF tidak lagi bisa diperdagangkan hari ini.

Direktur Utama Saraswanti Anugerah Makmur Yahya Taufik menyatakan rasa syukur sebesar-besarnya, bahwa terlepas dari kondisi global serta regional dan domestik proses pencatatan masih berjalan lancar.

“Proses bookbuilding dan penawaran umum telah berjalan dengan lancar, selain itu, tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO Perseroan tersebut menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap pasar modal pada umumnya dan secara khusus pada prospek usaha,” katanya dalam siaran resmi Selasa (31/3).

Selain itu, SAMF juga masuk dalam Daftar Efek Syariah karena memiliki rasio hutang yang rendah. Per 30 September 2019, rasio hutang berbunga atau interest bearing debt perseroan hanya tercatat sebesar 0,95 kali.

Direktur Utama Surya Fajar Sekuritas Steffen Fang selaku penjamin pelaksana emisi perseroan mengatakan bahwa selama masa penawaran terjadi oversubscribe sebesar 1,19 kali dari total penawaran atau 19,94 kali oversubscribe dari porsi pooling yang ditawarkan.

Sementara itu, I Gede Nyoman Yetna Direktur Penilaian Perusahaan selama pandemik belum berakhir kegiatan seremoni pencatatan tidak akan berlangsung. Bursa Efek Indonesia, lanjutnya, akan menggantinya dengan dukungan informasi kepada stakeholders serta pengumuman di laman resmi.

“Seremoni tidak ada, kami akan bantu dengan penyebaran rilis, pengumuman di laman resmi dan broadcasting backdrop listing di videtron,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo aksi emiten Saraswanti Anugerah Makmur
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top