Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Asing Lepas Saham Perbankan, IHSG Tertekan hingga Suspensi Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, tiga saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjadi penekan utama laju indeks harga saham gabungan (IHSG), Kamis (12/3/2020).
Trader berjalan saat ticker menampilkan harga saham di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Indonesia./ Dimas Ardian - Bloomberg
Trader berjalan saat ticker menampilkan harga saham di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Indonesia./ Dimas Ardian - Bloomberg

Bisnis.com,JAKARTA – Aksi jual investor asing di sejumlah emiten perbankan dengan bobot saham besar menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga perdagangan harus disuspensi pada, Kamis (12/3/2020), pukul 15:33 WIB.

Berdasarkan data Bloomberg, tiga saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjadi penekan utama laju indeks harga saham gabungan (IHSG), Kamis (12/3/2020).

Emiten berbobot saham besar itu masing-masing terkoreksi 7,67 persen, 4,96 persen, dan 5,86 persen hingga penutupan perdagangan pukul 15:33.

Data Bloomberg menunjukkan Macquarie Capital Securities Indonesia memimipin aksi jual di saham BBRI senilai Rp94,38 miliar, Kamis (12/3/2020). Secara keseluruhan, investor asing tercatat mencetak net sell atau jual bersih Rp213,3 miliar di saham emiten perbankan milik negara tersebut.

Adapun, Mandiri Sekuritas tercatat memimpin aksi jual di saham BBCA senilai Rp156,57 miliar pada sesi, Kamis (12/3/2020). Investor asing tercatat mencetak jual bersih di saham BBCA senilai Rp45,3 miliar.

Sementara itu, investor asing tercatat mencetak net sell di saham BMRI senilai Rp26,7 miliar. Credit Suisse Sekuritas Indonesia memimpin aksi jual senilai RpRp37,05 miliar pada perdagangan, Kamis (12/3/2020).

Pada sesi perdagangan Kamis (12/3/2020), investor asing tercatat membukukan jual bersih Rp300 miliar. Sepanjang periode berjalan tahun ini, total net sell investor asing mencapai Rp7,2 triliun.

Seperti diketahui, IHSG terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mengalami suspensi.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo saat dikonfirmasi Bisnis.com menyampaikan penutupan perdagangan BEI lebih cepat karena adanya suspensi perdagagan pada pukul 15.33 WIB.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi menuturkan dengan adanya penurunan IHSG sebesar 5 persen pada pukul 15.33 WIB, maka secara otomatis perdagangan hari ini selesai lebih awal.

"Jadi sekarang itu di 4.895, turun 5 persen sebenarnya halt-nya setengah jam. Tadi halt di 15.33 jadi secara technically selesai hari ini, besok kembali di buka," ujarnya.

Dalam siaran resmi, Sekretaris BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan bahwa pada hari ini, telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada pukul 15.33 waktu JATS.

Hal itu dipicu penurunan IHSG mencapai 5,01 persen. Pembekuan perdagangan dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

"Perdagangan akan dilanjutkan pada sesi post trading pukul 16.05 – 16.15 waktu JATS," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper