Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten BUMN Segera Sampaikan Rencana Final Buyback Saham

Sebanyak 12 emiten pelat merah sudah menyiapkan rencana buyback dengan alokasi dana total mencapai Rp8 triliun.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  14:13 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dalam kunjungan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2020) - Ilman S./Bisnis
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dalam kunjungan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2020) - Ilman S./Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan finalisasi rencana buyback saham oleh 12 perusahaan pelat merah akan disampaikan oleh masing-masing perusahaan dalam waktu dekat.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa 12 emiten pelat merah sudah menyiapkan rencana buyback dengan alokasi dana total mencapai Rp8 triliun. Saat ini, emiten-emiten tersebut sedang melakukan rapat komisaris dan akan menyampaikan rencana resmi buyback mereka dalam waktu dekat.

“Seperti BMRI, BBRI, JSMR mereka sedang menyiapkan total dana Rp8 triliun. Hari ini mereka sedang rapat komisaris, proses 1—2 hari ini mereka akan sampaikan keterbukaan informasi untuk mereka melakukan buyback,” katanya di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Dia mengatakan bahwa proses buyback tersebut akan dilakukan secara bertahap dan taktis. Hal ini diharapkan dapat menahan tekanan jual oleh investor asing di pasar modal dalam negeri. Menurutnya, pasar mulai merespons positif rencana buyback yang mulai santer dibicarakan sejak kemarin, Selasa (10/3/2020).

Tiko, sapaan akrabnya, menambahkan rencana buyback ini akan menggunakan kas masing-masing emiten. Menurutnya, Kementerian BUMN hanya mendorong emiten pelat merah yang memiliki posisi likuiditas kas kuat untuk melakukan buyback. Sebaliknya, emiten pelat merah yang kesulitan likuiditas tidak akan didorong untuk buyback.

“Kan masing-masing emiten punya likuiditas, kalau yang tidak kuat kami tidak perintahkan mereka untuk buyback. Tentunya yang punya likuiditas sendiri dan mereka yang punya keyakinan bahwa fundamentalnya saat ini lebih baik dibandingkan harga mereka akan masuk [buyback],” ujarnya

Dia juga mengatakan bahwa dalam proses buyback ini pemerintah turut melibatkan PT Taspen (Persero) dan Dana Pensiun (Dapen) perusahaan BUMN untuk masuk ke pasar. Seluruh rencana ini diharapkan dapat membantu menstabilkan kondisi pasar.

Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan aksi buyback diharapkan dapat mengurangi tekanan yang ada di pasar modal saat ini. Menurutnya, saat investor asing sedang tidak tertarik untuk masuk ke pasar, waktunya pemerintah menunjukkan kepercayaan diri terhadap prospek emiten-emiten BUMN.

“Yang pasti kalau asing tidak percaya sama Indonesia, ya kita lakukan sendiri, seperti kelapa sawit, mereka tidak percaya, kita lakukan B30. Kita negara besar tidak perlu khawatir dengan mereka [investor asing],” ujarnya.

Dia juga mengatakan selain melakukan buyback, Kementerian BUMN juga mendorong emiten pelat merah untuk agar jumlah pembagian dividen terus meningkat. Selain meningkatkan kepercayaan investor, langkah ini diharapkan mengurangi stigma negatif dari saham ‘gorengan’ yang ada di pasar modal Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN buyback saham
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top