Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Golden Energy Mines (GEMS) Bidik Penjualan 1 Juta Ton Batu Bara ke Filipina

Ekspor batu bara ke Filipina merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas pasar ekspor.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  20:11 WIB
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. - goldenenergymines.com
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. - goldenenergymines.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menargetkan penjualan sebesar 1 juta hingga 1,5 juta ton batu bara ke Filipina pada tahun ini seiring perluasan pasar ke wilayah Asia Tenggara.

Presiden Direktur Golden Energy Mines Bonafasius mengatakan tahun lalu perseroan menjual 200.000 ton ke Filipina sehingga target tahun ini setara 400 persen dari pencapaian tahun lalu. Bonafasius mengatakan pihaknya tengah berupaya memperluas cakupan pasar di Asia Tenggara dan tidak ingin terpaku pada pasar ekspor utama seperti China dan India. 

“Kami ingin mengembangkan pasar supaya pelan-pelan tidak tergantung pada market yang besar saja jadi perlu peralihan,” katanya di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Secara keseluruhan, pada 2019 emiten bersandi saham GEMS itu mengapalkan 30 juta ton batu bara ke India dan China. Ekspor ke negara itu setara 60 persen dari total produksi GEMS. Adapun sisanya sebanyak 30 persen dijual di dalam negeri dan 10 persen lainnya dikirim ke Asia Timur dan Asia Tenggara.

Sejauh ini, penjualan batu bara GEMS belum terimbas efek domino penyebaran wabah virus corona. Bonafasius mengatakan pihaknya mengirim batu bara langsung ke konsumen akhir. Adapun, penjualan batu bara lebih banyak mengalami gangguan di tingkat pembeli kedua dan ketiga.

Dia pun meyakini kinerja perseroan pada  kuartal I/2020 bakal lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya karena harga batu bara acuan (HBA) kembali merangkak naik ke level US$67,08 per ton dari posisi Februari US$66,89 per ton.

Pasokan batu bara dari China yang seret akibat penyebaran virus corona dan peningkatan permintaan dari India, Jepang, dan Korea Selatan membuat harga batu bara merangkak naik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten harga batu bara aksi emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top