Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indo Tambangraya Megah (ITMG) Patok Produksi Lebih Rendah

Perseroan menargetkan volume produksi lebih rendah pada tahun ini setelah berhasil memproduksi sebesar 23,4 juta ton batu bara pada 2019, naik 5,8 persen dari 22,1 juta ton pada 2018.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 01 Maret 2020  |  16:51 WIB
Direksi PT Indo Tambangraya Megah Tbk. menggelar konferensi pers usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (25/3/2019)./Bisnis - M. Nurhadi Pratomo
Direksi PT Indo Tambangraya Megah Tbk. menggelar konferensi pers usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (25/3/2019)./Bisnis - M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. mematok target volume produksi yang lebih rendah pada 2020 dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu, yaitu di kisaran 19 juta hingga 20,1 juta ton.

Direktur Hubungan Investor Indo Tambangraya Megah Tbk Yulius Gozali mengatakan bahwa perseroan menargetkan volume produksi lebih rendah pada tahun ini setelah berhasil memproduksi sebesar 23,4 juta ton batu bara pada 2019, naik 5,8 persen dari 22,1 juta ton pada 2018.

“Target volume produksi untuk tahun ini berkisar antara 19 juta hingga 20,1 juta ton.  Lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu dikarenakan harga batu bara yang masih fluktuatif,” ujar Yulius kepada Bisnis, Jumat (28/2/2020).

Tidak hanya itu, perseroan juga menargetkan volume penjualan pada tahun ini lebih rendah, di kisaran 22,4 juta ton hingga 23,5 juta ton dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun lalu sekitar 25,3 juta ton.

Dalam penjualan tersebut, sebagian besar diekspor antara lain ke China, Jepang, India, Filipina, Bangladesh dan negara lain di Asia Timur, Selatan, dan Tenggara.

Oleh karena itu, Yulius mengatakan bahwa perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini hanya sebesar US$49,9 juta, juga lebih rendah dibandingkan dengan capex tahun lalu sekitar US$57 juta. Selain itu, Yulius juga membuka opsi untuk mencari pendanaan capex dari pihak eksternal.

“Asumsi awal kami, pembiayaan capex ini melalui arus kas internal, tetapi terbuka pada kemungkinan untuk menggunakan pembiayaan dari pihak eksternal apabila memungkinkan,” jelas Yulius.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kas dan setara kas ITMG pada tahun lalu mencatatkan penurunan sekitar 56,76 persen menjadi hanya sebesar US$159,2 juta daripada total tahun sebelumnya sebesar US$368,2 juta.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara Kinerja Emiten
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top