Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kendati IHSG Lesu, Aksi Korporasi Tak Surut

Pada pekan kedua Februari (10—14/2/2020) ada pencatatan 6 emisi, yakni 4 emisi efek dan 2 emisi obligasi.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 16 Februari 2020  |  06:10 WIB
Repro - Chandra Asri Petrochemical
Repro - Chandra Asri Petrochemical

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua Februari (10—14/2/2020) cenderung melesu, aksi korporasi tetap berlangsung ramai. Setidaknya ada pencatatan 6 emisi, yakni 4 emisi efek dan 2 emisi obligasi.

Dalam laporannya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menuliskan IHSG pada pekan kemarin mengalami koreksi sebesar 2,21 persen menjadi 5.866,94 dari 5.999,61 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menyampaikan selama sepekan ini, bursa kedatangan 4 emiten baru. Pada Senin (10/2/2020), perusahaan dengan bidang usaha utama jasa konstruksi dan penyewaan ruang kantor dan hunian, yaitu PT Lancartama Sejati Tbk. (TAMA) sebagai Perusahaan Tercatat ke-10 di BEI pada 2020.

Pada Rabu (12/2/2020), terdapat 2 pendatang baru di papan perdagangan BEI, yaitu PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) dan PT Agro Yasa Lestari Tbk. (AYLS).

PT Era Mandiri Cemerlang Tbk bergerak di bidang usaha pengolahan dan perdagangan hasil perikanan, sedangkan PT Agro Yasa Lestari Tbk, bergerak di bidang usaha perdagangan besar aspal, geosintetik dan bungkil kedelai (soya beans meal).

Kemudian, menutup pekan ini, pada Jumat (14/2/2020) PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA) menjadi emiten ke-13 pada 2020 di BEI. perusahaan bergerak pada sektor properti, real estate, dan konstruksi.

Tidak hanya saham, pada pekan ini terdapat 2 pencatatan obligasi serentak di BEI pada Rabu (12/2/2020). Pertama, yaitu Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap IV Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Sinar Mas Multifinance dengan nilai nominal sebesar Rp400 miliar.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) masing-masing adalah A- (idn) (Single A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk.

Pada hari yang sama pula, tercatat Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical Tahap III Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) sebesar Rp750 miliar.

Surat utang itu memiliki jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,7 persen per tahun. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAA- (Double A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Dengan pencatatan tersebut maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 425 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp442,78 triliun dan US$47,5 juta, yang diterbitkan oleh 118 Emiten.

Adapun, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 64 seri dengan nilai nominal Rp2.801,48 triliun dan US$400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp10,33 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei Aksi Korporasi
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top